Keberadaan TKA di Kutim, Disnakertrans Koordinasi dengan Imigrasi

KUTIM, nomorsatukaltim.com – Persoalan masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kutai Timur (Kutim) akan ditinjau ulang. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) akan berkoordinasi dengan pihak imigrasi. Untuk memastikan jumlah TKA yang ada. Khususnya untuk PT Kobexindo Cement.

Diketahui, persoalan tenaga kerja asing di perusahaan asal Tiongkok itu menyeruak di Kutim. Pasalnya, perusahaan dinilai memakai TKA terlalu banyak. Sementara tenaga kerja lokal tidak mendapat tempat. Namun, data pekerja asing yang ada juga simpang siur. Maka Disnakertrans Kutim perlu melakukan koordinasi mengenai perihal ini.

Kepala Disnakertrans Kutim, Sudirman Latif mengatakan, dirinya perlu melakukan koordinasi dengan imigrasi terlebih dahulu. Apalagi wewenang untuk mengatur keberadaan orang asing menjadi tugas imigrasi.

“Makanya kami perlu kroscek dulu dengan imigrasi. Apakah izin para TKA sudah memenuhi aturan berlaku atau tidak,” ucap Sudirman Latif.

Selain itu, ia juga akan terus memantau kondisi tenaga kerja asing di PT Kobexindo. Terutama terkait dengan isu yang beredar saat ini. Seperti visa yang sudah mati, izin tinggal yang tidak sesuai, dan sebagainya. Namun ia kembali menegaskan, untuk sanksi hanya bisa dijalankan oleh imigrasi.

“Kami hanya minta klarifikasi saja ke perusahaan. Terkait data yang berbeda akan kami koordinasikan,” tuturnya.

Dari munculnya permasalahan TKA ini, membuat Disnakertrans lebih ketat melakukan pengawasan. Mengingat ke depan banyak investor asing masuk ke Kutim. Selain itu, beberapa perusahaan yang sudah ada juga tak sedikit memakai tenaga kerja asing.

“Tidak terbatas pada PT Kobexindo saja. Tapi perusahaan lain juga akan kami seriusi,” katanya.

Salah satu yang diusulkan adalah membentuk tim pengawasan orang asing. Tiap daerah sebenarnya bisa membentuk tersebut. Sejauh ini di Kutim belum ada, karena dibentuk oleh pihak imigrasi pula. Disnakertrans hanya sebagai anggota dalam tim itu.

“Semoga bisa segera terbentuk. Agar bisa mengondusifkan sektor tenaga kerja pula,” tandasnya. (bct/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: