Kemenag Paser Kemalingan, Kerugian Capai Rp 20 Juta

PASER, nomorsatukaltim.com – Siang bolong, dikala pegawai Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Paser, tengah beristirahat dan sebagian lainnya melaksanakan salat, terjadi hal yang tidak terduga. Tepatnya di ruangan Kasi Pondok Pesantren.

Ruang kerja itu tampak berbeda dari biasanya. Di mana, dua unit laptop dan satu unit ponsel hilang. Hal itu diketahui, usai pegawai kembali ke kantor selepas istirahat, pada Senin (14/6/2021) lalu.

Mereka pun bingung. Akhirnya melakukan pengecekan pada Closed-Circuit Television (CCTV). Alhasil, terlihatlah seorang laki-laki dewasa, mengenakan baju kemeja lengan pendek, celana panjang, menggunakan tas selempang.

Merasa ruangan itu kosong, laki-laki dewasa tersebut terlihat berjalan amat santai, namun tetap berhati-hati, mewanti-wanti ada pegawai yang datang dan melihat aksinya. Tapi ia tidak memperhatikan CCTV. Meskipun wajahnya tak jelas, karena menggunakan masker.

“Ya di dalam laptop itu terdapat file data-data pondok pesantren. Alhamdulillah ada backup-nya,” kata Kepala Kemenag Kabupaten Paser, Abdul Khaliq, Kamis (17/6/2021).

Kemenag Paser kecolongan. Dirinya meminta untuk memperketat akses masuk. Tak ada lagi pintu masuk dari samping, semuanya satu pintu di ruang utama bagian tengah.

Saat ini Kemenag memiliki tiga orang petugas pengamanan. Ketiganya standby selama 24 jam, dengan mekanisme pembagian jam tugas masing-masing delapan jam. Sementara belum ada keinginan untuk penambahan personel.

“Karyawan kami minta, saat beristirahat untuk merapikan dulu atau menyimpan peralatan berharga sebaik mungkin. Ini pertama kalinya kami (Kemenag Paser) kecurian,” ungkapnya.

Kemenag Paser sendiri tak mengetahui siapa orang tersebut. Mengingat dalam sehari banyak orang melakukan pengurusan. Sehingga tidak dapat mengetahui mana yang berniat jahat. Di saat yang sama, pihaknya langsung melaporkan kepada pihak kepolisian, lengkap dengan rekaman CCTV.

“Sudah melaporkan. Namun sampai sekarang belum ada informasi terbaru dari kepolisian. Iya, kerugiannya sekira Rp 20 juta dari dua laptop dan satu handphone,” pungkasnya. (asa/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: