BWS Kasih Banyak Opsi Tangani Bendali Telaga Sari Balikpapan, Ini Salah Satunya

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Proses investigasi kekeringan Bendali Telaga Sari di Balikpapan terus berjalan. Rekomendasi dari tim pun makin dinantikan.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Kalimantan Samarinda Harya Muldianto menyebut ada banyak alternatif penanganan bendali. Hanya saja harus disesuaikan dengan laporan akhir dan rekomendasi tim investigasi.

“Alternatif penanganannya banyak. Bisa seperti menambahkan lapisan kedap di bagian bawah atau genangannya kita lapisi dengan lapisan kedap,” ungkapnya baru-baru ini.

Ia menyebut BWS akan mendorong Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan sebagai pihak otoritas, menentukan pilihan penanganan yang efektif, murah dan tepat. Karena berkaitan dengan anggaran. Sampai kini, dugaan awal dari pihak BWS yakni adanya rembesan di dasar bagian pelimpah atau di bagian tanggul waduk. Meski demikian, Harya memastikan kejadian di Bendali Telaga Sari merupakan hal yang lumrah terjadi.

“Artinya aliran air itu merembes lewat dalam, membawa butiran material tanah yang ada di bawah,” ulasnya.

Munculnya gelembung air mengindikasikan adanya proses boiling yang berlanjut dengan proses tersedotnya material. Hal itu yang biasa dipersepsikan adanya terowongan. Sehingga harus tutup kembali. Lalu membuat lapisan kedap supaya tidak rembes lagi.

Ia mengimbau selama masa investigasi, sebaiknya bendali tidak difungsikan. Pintu air juga mesti tetap dibuka agar tidak menampung air. Kalaupun ada air yang tertampung maka harus dialirkan, untuk menghindari risiko yang lebih besar.

“Kalau tertutup nanti pasti rembesannya semakin besar bisa colaps, runtuh. Itu lebih bahaya. Jadi saya sarankan kepada Pak Kadis biarkan saja dulu sampai kita dapat laporan investigasi. Infonya mereka (tim investigasi) butuh waktu satu sampai dua bulan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala DPU Balikpapan Andi Yusri Ramli menyebut belum melakukan kalkulasi estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan kejadian di Bendali Telaga Sari.

“Belum ada. Ini menunggu hasil investigasi. Kita minta laporan penyebabnya, cara penanganan dan kira-kira kebutuhan biayanya berapa,” katanya.

Selain itu, hasil investigasi juga akan menentukan sikap pemkot untuk melakukan langkah penanganan secepatnya, misalnya karena situasi darurat. Atau ada pertimbangan lain yang menjadikan persoalan bendali tidak perlu dijadikan program prioritas.

“Nanti sesuai arahan pimpinan. Kalau sudah disetujui maka akan dilaksanakan,” imbuhnya. (ryn/boy)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: