ngopi

Peringatan Hari Lingkungan Hidup di PPU, Dinas Terbaik Kumpulkan Sampah Dapat Penghargaan

PPU, nomorsatukaltim.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU punya kegiatan berbeda dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni. Beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) mendapat penghargaan, dalam kategori pengelolaan sampah.

Selain memberikan penghargaan, sekaligus mengumumkan pemenang Lomba Bank Sampah yang digelar beberapa waktu lalu. Kepala DLH PPU Tita Deritayati menyerahkan langsung penghargaan itu. Kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) PPU sebagai penabung sampah terbanyak. Juga penyetor rutin yang dimulai bulan Maret berhasil mengumpulkan total Rp 1.458.306.

Lalu ada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung. Mendapatkan penghargaan sebagai penyetor aktif setiap bulannya sedekah sampah sebanyak Rp 580.142. Kemudian OPD paling aktif menyetor sampah yaitu Dinas Kesehatan (Diskes) PPU, Dinas Sosial (Dinsos) PPU, Bapelibang PPU dan Satpol PP PPU.

Adapun kelurahan/desa paling aktif mendukung program SERBU GASS, diberikan pada Lurah Waru dan Kepala Desa Telemow.

Sementara untuk Lomba Bank Sampah, juara 1 disabet Bank Sampah Matahari Desa Telemow, Juara 2 Bank Sampah Anggrek Kelurahan Lawe-lawe, Juara 3 Bank Sampah Mandiri Bersama, Kelurahan Waru. Juara Harapan I Bank Sampah Karya Bersama Kelurahan Saloloang, Juara Harapan II Bank Sampah Bunga Salak Kelurahan Tanjung Tengah, Juara Harapan III Bank Sampah Mawar Merah Kelurahan Nenang.

“Selamat pada para pemenang lomba Bank Sampah. Semoga kegiatan ini semakin memotivasi yang lain untuk menumbuhkan kesadaran dan kecintaan akan lingkungan yang bersih dan asri,” ujar Tita di Aula Lantai I Kantor Bupati PPU, Senin (14/6/2021).

Lebih lanjut, pemerintah tentunya akan terus berupaya dan mendukung program-program yang concern akan kelestarian lingkungan. Contohnya seperti program yang sudah berjalan seperti bank sampah ini.

Dengan keberadaan bank sampah diharapkan mampu mempercepat proses perubahan pola pikir masyarakat dari membuang menjadi memanfaatkan. Sehingga pendekatan pengelolaan sampah dapat diubah dari cost center menjadi profit centre.

“Program bank sampah yang telah berjalan selama ini juga merupakan bagian dari upaya kita untuk melakukan restorasi ekosistem. Dengan restorasi ekosistem tersebut, diharapkan dapat membantu memulihkan ekosistem menjadi lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi bumi dan masyarakat. Selain itu, dengan memulihkan ekosistem berarti kita juga turut melindungi dan meningkatkan pemulihan ekonomi masyarakat,” terang dia.

Ia pun mengharap kepada seluruh masyarakat Benuo Taka dapat menjaga mengambil peran, dalam kebersihan lingkungan dan memilah ataupun mengolah sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Bisa saja seperti mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos serta sampah nonorganik menjadi bernilai yang sangat ekonomis.

“Kepada dinas terkait untuk tidak bosan-bosannya mensosialisasikan dan memberikan pengarahan maupun pelatihan dalam pengelolaan sampah. Baik di tingkat RT, desa atau kelurahan maupun tingkat kecamatan,” imbuh Asisten III Setkab PPU, Surodal Santoso.

Hal ini dilakukan sebagai akselerasi dan inovasi kita dalam menciptakan budaya hidup bersih, sehat dan sejahtera. Diharapkan juga nantinya setiap RT di masing-masing desa/kelurahan segera memiliki bank sampah. Sehingga produksi sampah dan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) dapat dikurangi.

Asisten bidang administrasi umum itu mengingat sampah saat ini masih menjadi permasalahan yang cukup krusial. Tentu akan lebih efektif lagi jika penyelesaiannya tidak hanya diupayakan oleh pemerintah saja. Namun harus melibatkan seluruh komponen masyarakat sekitar akan kesadaran sampah tersebut.

“Oleh karena itu, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, sistem manajemen persampahan berbasis masyarakat harus terus dikembangkan. Itu dapat dimulai dari pengelolaan sampah ditingkat RT,” sebutnya.

Tingkat kesadaran masyarakat dengan pola insentif, melalui bank sampah ini merupakan satu solusi inovatif yang dapat membiasakan masyarakat untuk memilah sampah. Persepsi menyamakan sampah serupa dengan uang atau barang berharga yang dapat ditabung, bertujuan dengan mendidik masyarakat untuk menghargai sampah sesuai dengan jenis dan nilainya.

“Saya yakin nantinya, masyarakat akan memiliki kemauan untuk memilah sampah dan pada gilirannya akan membatasi adanya timbunan sampah. Untuk itu, dengan mengembangkan keberadaan bank sampah diharapkan nantinya dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat di PPU,” tutupnya. (rsy/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply