ngopi

KKT Tambah Kapasitas Terminal Peti Kemas untuk Antisipasi Lonjakan Trafik

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – PT Kaltim Kariangau Terminal menambah kapasitas terminal peti kemas dengan perluasan lahan. Juli mendatang, 2 hektare lahan tambahan ditarget mulai digunakan.

Perluasan lahan penumpukan peti kemas ini dilakukan KKT mengantisipasi lonjakan trafik di masa mendatang. Apalagi, akan ada kegiatan pembangunan ibu kota negara baru di Kaltim.

Maka, ketersediaan terminal peti kemas dalam mendukung arus distribusi barang menjadi hal yang sangat penting. Dengan penambahan ini, kapasitas penumpukan peti kemas akan mampu menampung 100-150 ribu twenty-foot equivalent unit (Teus) per tahun.

“Adanya pemindahan IKN ke Kalimantan Timur, sedikit lebih cepat mengambil antisipasi. Yang semula lahan 5 hektare kini ditambah 2 hektare. Sehingga menjadi 7 hektare,” kata Direktur Utama PT KKT, Abdul Azis saat dijumpai Disway Kaltim, Senin (14/6) kemarin.

Dengan luas area penyimpanan tersebut, kata Abdul Azis, kebutuhan peti kemas pembangunan IKN akan sangat tercukupi. Ia menjelaskan, lahan baru itu akan dapat dimanfaatkan pada Juli mendatang.

“Sekarang tinggal menunggu penyerahan. Paling lambat Juli sudah bisa dimanfaatkan,” ujar Abdul Azis didampingi Manager Operasional dan Komersial, Tulus Prasetyo.

Selain perluasan lahan untuk penambahan kapasitas yang dilakukan tahun ini. KKT juga menambah peralatan pendukung bongkar muat peti kemas. Penambahan alat tersebut adalah 1 unit kontainer crane, 2 unit alat bongkar muat peti kemas Rubber Tyred Gantry (RTG), dan 4 unit terminal truk.

“Dengan penambahan luas 2 hektare, saya rasa pertumbuhan 5-10 persen akan bisa dipenuhi. Ditambah peralatan yang sudah lengkap maka pelayanan peti kemas akan mampu dipenuhi,” beber Abdul Azis saat berada di ruang kerjanya.

Ia mengakui dalam kondisi pandemi trafik peti kemas mengalami penurunan. Tetapi hal ini terjadi karena aktivitas yang terbatas. Di mana realisasi arus peti kemas 2020 untuk jumlah boks sebanyak 188,091 dan 208,084 teus. Jumlah itu turun dibanding tahun 2019. Yaitu 190,984 boks dan 206,652 teus. “Normalnya bisa 7 persen. Tapi sekarang kita ambil tengahnya,” sebutnya.

Langkah pengembangan Kaltim Karingau Terminal akan terus dilakukan. Menurut Abdul Azis, beberapa program jangka pendek, menengah dan panjang telah direncanakan. Untuk jangka pendek 2020-2024. Adalah pembangunan dermaga 200×30, dan perluasan lapangan curah.

“Lapangan penumpukan juga akan ditambah. Sekaligus sejumlah peralatan sejalan dengan peningkatan trafik arus peti kemas,” tandasnya.

Abdul Azis mengatakan, upaya pengembangan KKT juga dipersiapkan untuk mendukung ekspor komoditi UMKM. Diketahui, KKT juga telah melayani direct call atau ekspor langsung ke negara tujuan.  “Terdapat tiga kapal yang melayani. Komoditinya pun bermacam-macam,” ucapnya.

Dia berharap dengan upaya pengembangan pelabuhan peti kemas ini dapat memberikan kemudahan bagi eksportir dan pengusaha angkutan barang. (fey/eny)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply