Isran: Tanah di Kubar Cocok untuk Berkebun

Kubar, nomorsatukaltim.com – Kabupaten Kutai Barat (Kubar) memiliki luasan wilayah sebesar 20.381,59 kilo meter persegi dan terdiri dari 16 kecamatan dan 194 desa. Ternyata, mempunyai luasan area perkebunan seluas 202.585 hektare dengan jumlah tenaga kerja perkebunan sebanyak 49.948 orang.

“Dari data tahun 2020 di Kubar mempunyai perkebunan Lada seluas 126 hektare dengan produksi 5 ton, Kelapa seluas 1.061 hektare dengan produksi 202 ton, Kakao seluas 505 hektare dengan produksi 19 ton dan Karet dengan luas 45.249 Ha berproduksi sebanyak 26.077 ton. Kemudian perkebunan Kelapa Sawit seluas 153.870 hektare dengan produksi sebesar 1.293.587 ton,” kata Muhammad Faisal Kadiskominfo Provinsi Kaltim.

Khusus untuk perkebunan kelapa sawit dimana sudah ada 6 pabrik di Kutai Barat berdiri.

“Kapasitas terpasangnya 355 ton/jam dan kapasitas terpakai sebanyak 346,82 ton/jam, Dengan TBS 1.2993.567 Ton, Kernel 62.893,88 ton dan CPO 328.151,58 Ton,” lanjut Faisal menyampaikan.

Sementara itu Gubernur Kaltim Isran Noor pada kunjungan ke perkebunan karet di Kampung Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kubar mengatakan bahwa di Barong Tongkok awalnya memang areal perkebunan.

“Di Barong Tongkok ini memang awalnya areal perkebunan, karena tanahnya seperti ini warnanya, ciri-ciri tanah yang subur mengandung nutrisi yang bagus bagi tanaman warnanya ya seperti ini, padahal di sini tidak ada gunung berapi, dari zaman Jepang dan Belanda disini sudah jadi perkebunan,” kata Isran.

Jadi tanah di sini subur dan ini merupakan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan perkebunan terutama karet.

“Karet bukan saja untuk keperluan industri hilir, tapi juga bisa untuk campuran aspal sehingga menghasilkan kualitas jalan yang bagus. Jadi para petani karet, sawit, lada atau apapun perkebunan dia adalah orang-orang yang memiliki prospek dan pandangan yang bagus ke depan atau visioner,” lanjut Isran yang juga mantan penyuluh di awal karier PNS nya, hingga disambut tepuk tangan riuh para anggota kelompok tani yang hadir. (sam)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: