ngopi

Atlet Angkat Besi Edi Kurniawan Mundur

Balikpapan, nomorsatukaltim.com- Kabar buruk menimpa Balikpapan. Mereka terpaksa kehilangan atlet andalan cabor angkat besi. Lifter nasional Edi Kurniawan mengundurkan diri. Kehilangan aset penyumbang emas merupakan tamparan keras. Bagi Pengkot Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Balikpapan. Juga KONI Balikpapan tentunya. 

Melalui surat yang ditujukan langsung kepada PABSI Balikpapan. Edi mempunyai alasan mundur sebagai atlet Balikpapan. Masalah yang cukup sulit. Karena domisilinya saat ini di Samarinda. Ya, Edi yang juga andalan Kaltim statusnya juga sebagai ASN di Dispora Kaltim. Sehingga kerap berat meninggalkan pekerjaan dan keluarga walau hanya sementara.

“Sangat disayangkan dengan mundurnya mas Edi. Karena beliau aset berharga buat PABSI Balikpapan. Dan selama ini sudah sangat baik kontribusinya,” ujar Ketua PABSI Balikpapan Oky Utomo.

“Kita sangat maklum atas alasan tersebut. Kita tidak bisa memaksakan, karena menyangkut tanggung jawab mas Edi yang bersifat pribadi terhadap pekerjaan dan keluarganya,” tambahnya.

Kehilangan atlet potensi medali emas membuat peta kekuatan angkat besi sedikit berubah. Terlebih pada Porprov VII Kaltim di Berau nanti, Edi sebenarnya otomatis lolos. Bersama Triyatno. Tanpa mengikuti babak kualifikasi. Hal itu lantaran Edi masuk bagian skuat angkat besi Kaltim di PON XX Papua. Pengkot PABSI kini sedang rapatkan barisan pasca mundurnya mantan atlet pelatnas tersebut. “Kami jajaran pengurus akan mendiskusikannya dulu untuk hal ini,” ujar Oky.

Di sisi lain Balikpapan tengah mempersiapkan atlet untuk Pra Porprov. Total ada 10 atlet yang bakal diturunkan pada babak kualifikasi multi event tersebut. Lima putra dan lima putri. Di kategori putra ada nama Natanael F Gurning, Eliazer K Gurning, Ebenhaezer N Langi, Angga Romansyah, dan Karsten D Gurning. Sementara sektor putri diperkuat Lisa Setiawati, Syalfa Aryani, Jumatin Khofifa, Bernanda F Dwi, dan Alvina Wijaya. (fdl2)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply