alexa

Berburu Ala Novan Surya

nomorsatukaltim.com – Untuk bisa menikmati hobi yang satu ini, butuh fisik yang bugar, nyali besar dan ketenangan. Tapi bagi Novan Surya Gafillah, kegiatan itu justru bisa membantunya melepas penat.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Kartanegara (Kukar) ini memang menyukai kegiatan khas lelaki.

“Umumnya orang normal lainnya, hilangkan penat dan stres dengan hobi-hobi kita,” kata Novan, baru-baru ini.

Jika punya kesempatan ia menghabiskan waktu keluar masuk hutan. Juga ke kebun-kebun sawit. Di masa menjelang panen, biasanya para pemilik kebun mengajak klub menembak untuk berburu babi.

Bagi mereka, babi kerap kali mendatangkan musibah. Menghabiskan buah tanpa sisa. Tak jarang pula, Novan menemui burung ruak-ruak, sebagai incaran.

Bagi Novan, berburu dan menembak bukan hal baru baginya. Yang terlahir di lingkungan itu. Banyak sanak familinya yang kerap berburu.

“Waktu masih kecil sering diajak. Tapi karena belum punya alat senapan angin, apa boleh buat, ya Cuma ikut saja,” kata dia.

Ingatan itu semakin memancing keinginan untuk mengikuti jejak keluarganya.

Baca Juga:  Haji Sasa: Hamparan Rindu dan Cinta Seorang Anak

“Baru satu dua tahun belakangan ini baru coba-coba beli senjata,” ujarnya sambil menyeruput kopi.

Aktivitas berburu dan menembaknya ini tidak hanya sekedar duduk, membidik sasaran dan, dor…! menembak sasaran. Tapi perlu tenaga yang tidak sedikit.

Dengan postur yang cukup besar, Novan perlu mengeluarkan tenaga ekstra. Mulai dari jalan jauh, mencari target. Kadang perlu berkilo-kilometer masuk ke lokasi, tak menghalangi minatnya.

“Kami pernah berburu sampai Muara Kaman. Di kebun sawit, banyak buruan yang kami cari,” jelasnya.

Lelah langsung lenyap begitu mendapat bidikan.

“Pikiran yang tenang, mood kembali seperti semula. Pokoknya seketika stres menghilang,” cerita bapak tiga anak tersebut.

Menurut Novan, kegiatan itu bisa lagi ia lakukan setelah seluruh tahapan pelaksanaan pemilihan umum daerah selesai digelar.

Saat ini, KPU yang masih menunggu persiapan pemilihan serentak, yang hari ini masih berkutat dengan data pemilih berkelanjutan. Tunggu sampai tahapan pemilihan umum (pemilu) dimulai. Jangankan mau berburu dan menembak. Ada waktu sedikit, langsung dimanfaatkan untuk tidur.

Baca Juga:  Haji Sasa: Hamparan Rindu dan Cinta Seorang Anak

“Kalau tahapan yang gak kenal hari dan waktu, hobi itu gak sempat lagi, kerja terus pokoknya, ada waktu luang tidur,” ucap pria yang mengaku Romanisti sejati ini.

Sejauh ini, ia mengaku baru punya tiga unit senapan angin jenis standar. Dan tentunya didapatnya secara legal. Dengan harga mencapai Rp 5-6 juta per unitnya. Ya cukuplah diakuinya untuk sekedar berburu dan menembak burung.

Namun namanya hobi, semakin mahal unit senjatanya, semakin puas hasil yang didapatkan. Karena yang dinikmati bukan sekedar sasaran yang terkena. Tapi proses menembak sasaran. “Beda lah menembak pakai unit biasa sama unit yang luar biasa,” lanjut Nofan.

Ia pun berharap suatu saat senapan angin buatan luar negeri bisa dibelinya. Namun apa daya isi kantong tidak mendukung. Ada yang lebih perlu ujarnya. Ya benar saja, senapan angin incarannya tidak main-main. Harus merogoh kocek hingga Rp 20-30 jutaan per unitnya. Memang bukan main harganya. “Tapi demi hobi, apa sih yang enggak,” tutupnya setelah hampir satu jam kami bercerita. (mrf/yos)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply