ngopi

Permudah Pengembangan, DKP Kutim Data Ulang Kelompok Nelayan

Kutim, nomorsatukaltim.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Timur (Kutim) coba merapikan kelompok nelayan. Tiap kelompok diminta untuk mendaftar ulang disertai dengan kelengkapan administrasi organisasinya.

Kepala DKP Kutim, Ayub mengatakan, kelompok nelayan yang ada di Kutim jumlahnya mencapai ratusan kelompok. Agar memudahkan pengembangan aktivitas perikanan maka perlu dilakukan verifikasi ulang.

“Kami coba dari awal lagi biar rapi. Agar tiap kelompok bisa jelas terdata,” ucap Ayub.

Selain itu, pendataan kelompok ini juga berkaitan dengan bantuan langsung maupun hibah. Jika terdata rapi, bantuan peralatan maupun pengembangan keahlian diyakini bakal tepat sasaran. DKP juga mudah mengatur bantuan yang datang dari berbagai pihak.

“Baik itu langsung dari kementerian, DKP provinsi maupun pihak swasta,” imbuhnya.

Selain itu, Ayub juga sudah membentuk tim khusus. Tugasnya memetakan potensi pengembangan perikanan di tiap kecamatan. Sehingga peta potensi perikanan dapat terlihat jelas. Program pun nantinya dapat terukur jelas dalam proses pelaksanaannya.

“Termasuk pula berbagai jenis bantuan dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan tiap kelompok nelayan,” paparnya.

Ia menargetkan, proses pemetaan potensi ini bakal berjalan dengan lancar. Targetnya tahun ini sudah tersusun peta potensi pengembangan perikanan di Kutim. Sekaligus melakukan validasi kembali data organisasi kelompok nelayan.

“Kami akan fokus soal ini agar selanjutnya program dapat berjalan optimal,” sebutnya.

Ayub menyebut, DKP Kutim ke depan bakal mendorong pengembangan hasil perikanan. Terutama produk olahan makanan. Terutama dari hasil budidaya perikanan, baik tambak maupun budidaya air tawar.

“Karena sudah banyak produk olahan yang dihasilkan. Seperti keripik ikan, presto sampai produk olahan seperti bakso dan nugget,” kata Ayub.

Harus diakui, kawasan pesisir Kutim punya nilai lebih dibandingkan wilayah lain di Kaltim. Maka kualitas hasil perikanan juga perlu ditingkatkan. Termasuk pula segala kebutuhan nelayan tangkap. Baik itu dari segi produksi, maupun pemasaran.

“Pada prinsipnya kami ingin kualitas percepatan iklim ekonomi yang baik untuk masyarakat pesisir,” tandasnya. (bct/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply