alexa

Silaturahmi Srikandi PSHT PPU, Wabup Pesan Organisasi Ambil Peran di Masyarakat

PPU, nomorsatukaltim.com – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Hamdam Pongrewa bersilaturahmi dalam kegiatan halalbihalal Keluarga Besar Srikandi Perguruan Silat Setia Hati Teratai atau PSHT PPU. Bertempat di Pantai Tanjung Jumlai, Minggu (30/5/2021), orang nomor dua berpesan organisasi ini dapat mengambil peran di tengah masyarakat. Dalam menjaga situasi yang selalu kondusif di Benuo Taka.

“Semoga PSHT Cabang PPU terus memelira dan menjadikan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulunya menjadi pedoman bagi seluruh warga PSHT di PPU,” ucapnya.

Adanya PSHT di PPU juga diharapkan mampu untuk mencipta para atlet-atlet silat professional.

“Sehingga PSHT mampu menjadi salah satu perguruan pencak silat yang terkemuka di PPU. Selanjutnya dapat berkontribusi dalam mencetak pesilat-pesilat yang berprestasi dan dapat membanggakan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Hamdam sempat memberikan sambutan. Di depan anggota undangan, sekira 150 anggota PSHT PPU, Balikpapan dan Paser.

Sempat juga ia menyebutkan jika sedang dalam masa seleksi untuk bergabung dalam organisasi. Dalam hal itu, ia meminta dukungan agar bisa diterima menjadi keluarga besar.

Saat ditanya, Hamdam menuturkan alasan keinginannya bergabung untuk turut mempertahankan kebudayaan bangsa.

“Pencak silat ini warisan leluhur yang harus tetap dilestarikan. Juga dapat menjadi sarana untuk menjaga fisik agar tetap fit,” jawabnya.

Ketua Srikandi PSHT Cabang PPU, Giyanti mengatakan gelaran merupakan kegiatan momen tahunan. Untuk selalu mempererat persaudaraan

Baca Juga:  Hindari Kebosanan, Atlet Silat Latihan Voli dan Sepak Bola

“Tujuannya untuk menjalin silaturahmi. Agar Srikandi PSHT PPU tambah guyub rukun, persaudaraan semakin luas dan semakin aktif dalam berkegiatan sosial,” ucap dia.

Srikandi merupakan perkumpulan anggota di bawah asuhan Keluarga Besar PSHT, tapi khusus yang perempuan. Di PPU sendiri, sama seperti induknya, sudah terbentuk di ranting. Yang terdiri dari total anggota sekira 400 wanita.

Meski acara berjalan dengan keterbatasan penerapan protokol kesehatan (prokes) COVID-19, jalinan persaudaraan tetap terlihat. Dirangkai dengan berbagai fun games.

Giyanti menyebutkan dalam waktu dekat juga akan menggelar berbagai kegiatan. Baik itu yang bersifat sosial, maupun kegiatan internal organisasi.

“Kita sudah menyusun berbagai program. Ada kegiatan hafiz quran dan lainnya. Tinggal menunggu untuk bisa kita jalankan,” imbuh Ketua Penasehat I Srikandi PSHT PPU, Sri Maryani.

Lebih lanjut, Ketua PSHT PPU Karmono hadir dalam acara. Menyebutkan bahwa dasar pelajaran dari organisasi ialah persaudaraan. Begitupun yang harus dilakukan Srikandi PSHT PPU. Apalagi anggotanya sangat banyak.

“Jumlahnya ratusan. Sayang sekali jika tidak terwadahi. Harapannya setelah kegiatan ini, dulur-dulur ini tetap kompak, dan terus eksis dalam semua kegiatan PSHT di PPU ini,” ucapnya.

Siapa Saja Boleh Gabung, Termasuk Pejabat

Karmono menjabarkan tujuan utama organisasi ialah mendidik manusia agar berbudi luhur, tahu benar dan salah. Yang mana seyogyanya itu dimiliki oleh semua manusia.

Baca Juga:  Selesai Masa Observasi, Gugus Tugas Covid-19 PPU Lepas Stiker ODP

Disampaikan pula, persaudaraan yang dibangun PSHT tidak memandang suku, agama, pangkat dan sebagainya. Semua yang sudah bergabung, adalah saudara.

“Mau pedagang, mau pejabat atau siapa saja itu sama saja. Entah tukang bakso arau wakil bupati, itu sama saja. Kalau latihan, ya pakai baju hitam. Sabuknya ya sama, polo, jambon (merah muda), hijau, putih, setelah itu baru bisa masuk. Semua itu tidak penting, yang penting itu persaudaraannya,” bebernya.

Pernyataan ini ia sampaikan untuk mempertegas bahwa kedekatan yang terjalin dengan Hamdam Pongrewa merupakan sebatas persaudaraan. Sebagaimana saudara yang kebetulan sedang menjabat sebagai wakil kepala daerah.

“Pak bupati (Abdul Gafur Mas’ud) juga sempat menghubungi, ingin bergabung. Tapi mungkin karena kesibukan beliau, itu belum sempat terlaksana,” sebutnya.

Perlu juga ia sampaikan bahwa PSHT ialah organisasi yang bebas dari unsur politik praktis. Jadi, panggung-panggung dalam setiap acara organisasi tidak memberikan ruang untuk kepentingan politisi.

Pun, Hamdam saat memberikan sambutan ialah sebagai wabup PPU, bukan Hamdam sebagai calon anggota.

Perlu juga disadari, urusan politik merupakan hak dari setiap warga negara. Namun itu, sambung Karmono, merupakan urusan pribadi masing-masing anggota, bukan dari PSHT.

Baca Juga:  Hamdam: Silaturahmi Virtual Tak Mengurangi Esensi Lebaran

Hingga saat ini, anggota PSHT Cabang PPU ada sekira 2.700 orang. Pun tahun ini sedang dalam masa seleksi untuk rekrutmen anggota baru. Ada sekira 200 orang yang mengikuti. Termasuk Wabup Hamdam.

“Minta doa semua berjalan lancar, pertengahan tahun nanti kami akan menggelar sah-sahan (pelantikan anggota baru). Jika bisa lulus seleksi, wabup bisa termasuk yang akan disahkan,” ucapnya.

Tentang aliran silat, di Indonesia ada beberapa macam. Dari itu yang sudah punya nama bahkan di dunia. Salah satunya PSHT. Aliran silat ini diketahui sudah ada sejak dulu sekali dan berkembang menjadi salah satu jenis bela diri paling populer.

Di Indonesia namanya cukup fenomenal dan sering disebut sebagai aliran silat paling disegani. Uniknya PSHT tak hanya tentang gerakan-gerakan atau jurus khas. Tapi juga pelajaran tentang kejiwaan. (rsy/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply