ngopi

Lagi, Nama Anggota DPRD Kaltim Muhammad Adam Dicatut dalam Penipuan Lelang Mobil

Samarinda, NomorSatuKaltim.com – Kasus penipuan dengan mencatut nama anggota DPRD Kaltim kembali terjadi. Kali ini giliran Muhammad Adam, Anggota DPRD Kaltim dari Komisi III yang namanya dicatut oleh pelaku penipuan. Aksi penipuan ini berupa ajakan, untuk mengikuti lelang mobil bodong dengan mengatasnamakan dirinya.

Kasus penipuan seperti ini, sebelumnya juga pernah dialami oleh Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun. Diketahui modus penipuan dengan mencatut nama Muhammad Adam kali ini pun masih serupa, dengan apa yang telah dialami Muhammad Samsun.

Diketahui, pelaku melancarkan aksinya dengan cara menggunakan nama anggota DPRD Kaltim yang dimaksud. Kemudian menghubungi sejumlah kontak orang yang dikenal dengan si pejabat tersebut. Pelaku lalu seolah-olah menawarkan beraneka ragam mobil murah yang dilelang.

Bila sampai berminat untuk mengikuti proses lelang itu, korban selanjutnya diajak pelaku untuk mendaftarkan diri secara online. Serta meminta korbannya untuk mentransfer uang muka ke rekening yang telah disebutkan oleh pelaku.

Namun dapat dipastikan, hal tersebut adalah lelang mobil abal-abal. Alias hanya modus dari si pelaku untuk mencari keuntungan dari korbannya yang telah mengirimkan biaya uang muka.

Beruntungnya, para korban dari aksi penipuan ini sudah melek informasi dengan kejadian serupa. Dengan segera mengkonfirmasi secara langsung kepada yang bersangkutan. Sehingga tak ada satupun yang sempat dibuat merugi oleh pelaku.

Disampaikan Muhammad Adam, hal tak mengenakkan yang kini menimpa dirinya itu terjadi pada Kamis (27/5/2021) pagi. Dirinya baru mengetahui bila ada seseorang tak dikenal, telah menggunakan namanya untuk menjalankan aksi penipuan. Setelah para korban mengkonfirmasi dirinya secara langsung.

“Untungnya teman-teman saya yang menjadi korban ini tahu betul, kalau saya ini tidak pernah ganti nomor. Jadi satu persatu mereka hubungi saya untuk konfirmasi. Apa benar tidaknya saya ini yang mengajak ikutan lelang mobil tersebut. Saya tegaskan itu bukan saya,” ungkapnya kepada media ini.

Disampaikan lebih lanjut oleh legislator asal Balikpapan tersebut, setidaknya ada sebanyak tujuh hingga delapan orang kenalannya, yang telah dihubungi pelaku.

“Untungnya tidak ada yang sampai dirugikan. Ada teman saya yang sudah paham itu bukan saya, sampai berpura-pura mengikuti permainan si pelaku. Ternyata penipuannya serupa, seperti apa yang dialami oleh Wakil Ketua DPRD (Muhammad Samsun),” terangnya.

Dari keterangan para korban yang telah diterimanya, diketahui pelaku menghubungi para korban melalui sambungan pesan WhatsApp dengan nomor yang berbeda dimiliki Adam. Pada foto profil WhatsApp terpampang sangat jelas wajah politikus Partai Hanura tersebut.

“Yang jelas, pelaku ini menggunakan foto profil saya dan mengaku sebagai saya. Dia menawarkan untuk ikut membeli mobil lelang. Dengan mengirimkan sebuah brosur palsu daftar mobil lelang bertuliskan Kementerian Keuangan, Dirjen Kekayaan Negara dan Lelang,” bebernya.

Meski aksi penipuan ini sempat tak terendus, namun para korban segera tersadar ketika pelaku secara terang-terangan meminta sejumlah uang dengan alasan untuk uang muka. Terlebih lagi, korban begitu mengenal Adam, yang tidak mungkin menawarkan lelang mobil. Dikarenakan saat ini posisi Adam tengah menjabat sebagai legislator di Karang Paci.

Kendati aksi penipuan ini telah berulang kali terjadi, namun Adam mengaku belum ada niatan untuk melaporkan kasus penipuan itu ke kepolisian.

“Belum ada rencana lapor, karena belum ada yang sampai dirugikan. Dalam hal ini nama saya saja yang dirugikan, untuk materiil belum ada, ” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Adam mengimbau, apabila ada warga yang menerima pesan yang sama mengatasnamakan dirinya, agar tidak menggubris tawaran mengikuti lelang mobil bodong tersebut.

“Dan saya pastikan bahwa tawaran tersebut bukanlah saya, melainkan aksi penipuan dari oknum tak bertanggung jawab. Jadi sebaiknya untuk tidak menggubrisnya, ” tandasnya. (aaa/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply