alexa

Mantan Atlet Anggar Ini Sekarang Sibuk Berdagang

Balikpapan, nomorsatukaltim.com- Menjadi atlet sudah dijalani selama delapan tahun. Porprov 2014 lalu adalah yang terakhir. Sebenarnya masih mampu. Tapi karena persaingan yang sangat ketat. Membuat Rizka Indah Kurniawati pensiun dini. Sejumlah prestasi sudah pernah dia rasakan dari berbagai ajang cabang olahraga anggar. Kalau dulu dia pegang pedang, sekarang Rizka memilih berdagang. 

Ketika berprestasi menjadi atlet tentu pasti mendatangkan pundi-pundi rupiah. Dari kejuaraan tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Bisa raih medali, bisa cukup bikin tebal dompet. Tentu jadi atlet sifatnya jangka pendek. Terlebih olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik. Seiring bertambahnya usia kualitas pasti menurun. Ditambah lahirnya atlet-atlet junior yang cukup membuat persaingan makin ketat.

Usia Rizka sendiri sebenarnya tidak tua. Ima Safitri atlet anggar Kaltim masih satu angkatannya. Kembali lagi karena itu soal pilihan. Menjadi pedagang sudah lama sebenarnya dia tekuni. Masih duduk di bangku SMA pun Rizka belajar wirausaha. Karena memang orangtuanya pengusaha. Terutama sang ibu. Dari situ dia mulai merambah bisnis.

“Sejak SMA memang sudah suka jualan. Sempat jual dompet KW premium masukin ke kota-kota di Kaltim. Tas, jam tangan. Promosikan dagangan ibu. Ada amplang dan kripik usus pernah sampai Malaysia,” ujar mantan atlet pelatnas 2012 tersebut.

Ketika itu dia sudah mulai aktif latihan anggar. Hingga status atlet anggar dipegang. Dagangan sebenarnya masih bisa jalan. Hanya saja Rizka tidak begitu fokus. Maklum karena ada sang ibu jadi usaha keluarga dan miliknya berjalan saja. Tiba momen yang membuat Rizka mesti fokus di dunia wirausaha.

Pasca Porprov 2014 lalu mulai menjajakan amplang. Makanan khas Samarinda. Daerah kelahiran wanita 28 tahun ini. Namanya amplang ayu tosca. Selain itu Rizka juga menjalani wedding organizer (WO). Yang sampai sekarang mulai hadir di Balikpapan. Juga toscaffe yang menerima orderan kopi susu kekinian. Ketiga bisnisnya itu Rizka sendiri yang jalani.

“Saya suka jualan itu karena suka interkasi. Ketemu orang-orang tak terduga yang suka ngasih pengalaman hidup. Kadang ada juga yang beranggapan buka usaha nanti susah bagi waktu dengan keluarga. Justru saya usaha karena waktunya flexible juga,” kata Rizka.

Soal modal awal membuka usaha tidak sulit bagi Rizka. Karena selama jadi atlet dia tidak pernah lupa menabung. Dia sudah memikirkan hari tua. Atau di saat tenaganya sebagai atlet sudah tidak dipakai lagi. “Modalnya dulu si kebetulan saya kan orangnya menabung begitu, jadi sisa-sisa uang atlet dari gaji waktu pelatnas dan bonus-bonus disimpan,” tambah Rizka.

Alhasil semua unit usahanya itu berjalan baik sampai sekarang. Ketika memilih wirausaha, Rizka mesti pintar mengatasi masalah. Sama ketika menjadi atlet. Tantangan pasti ada. Misalnya saja dalam dunia wedding organizer. Mengurus rencana pernikahan orang lain. Mulai dari persiapan hingga hari H. Karena dia mesti memaksimalkan anggaran dari klien. Tentu tidak mudah.

“Karena kadang kita sesuaikan rundown, sama acara adat. Misal kita sudah punya tektokan waktu. Kadang masih ada yang belum prepare dari pihak keluarga. Padahal sebelumnya sudah ada teknikal meeting apa saja yang disiapkan. Hal-hal simpel begini kadang kita harus benar-benar jelaskan ke pihak keluarga besar. Itu sih tantangannya,” kenang Rizka.

Tak sampai disitu. Usaha Rizka perlahan mulai melebar. Sekarang dia coba belajar untuk Make-up artist (MUA). Setidaknya Rizka ingin survive di samping sebagai istri karyawan perusahaan minyak. Tapi untuk anggar tidak bisa ditinggalkan.

Olahraga asal Prancis itu sudah mendarah daging. Wanita yang menetap di Balikpapan ini tahu bahwa kesuksesannya sekarang berkat olahraga anggar. Ibu dari tiga anak ini pun sedang melatih atlet anggar Kota Minyak. Dengan segudang pengalaman diharapkan mampu menjadi motivasi atlet lain. Terutama yang masih junior. Terlebih Balikpapan punya target tinggi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kaltim 2022 mendatang di Berau.

“Pengen sekali ya jadi pelatih anggar sampai nasional. Teman-teman juga sangat mendukung. Melatih ini juga bagian rutinitas. Jadi mesti diseriusin juga. Alhamdulillah baik usaha maupun anggar jalan saja,” terangnya.

Tentu tidak mudah bagi Rizka menjalani banyak peran. Sebagai pelatih yang juga pengusaha. Ini gambaran kecil bahwa atlet mesti punya rencana jangka panjang. Karena tidak selamanya dia menorehkan prestasi emas. Nasib tidak ada yang tahu. Hasil akhir milik Tuhan. Tapi manusia bisa merencanakan. (fdl2) 

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply