ngopi

Tim Sepak Bola PON Kaltim Minta Kepastian Puslatda

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Situasi serba tidak pasti dialami oleh tim sepak bola PON Kaltim. Karena selepas Pra PON, mereka belum pernah berkumpul dan berlatih bersama dalam rentang waktu yang lama. Akibatnya, kondisi fisik pemain naik-turun. Pemahaman taktik juga belum sepenuhnya beres. Puslatda idealnya jadi pemecah solusi. Sayang, kepastian Puslatda pun masih belum jelas.

Sejak awal tahun 2020 hingga sebelum bulan Ramadan 2021. Tim sepak bola Kaltim terpantau beberapa kali berkumpul. Namun tidak pernah lama. Pun belum dihuni oleh seluruh skuat. Utamanya bagi mereka yang sudah berstatus pemain profesional.

Terakhir kali tim sepak bola berkumpul adalah sebelum Ramadan. Sempat 13 hari berlatih bersama dan menggelar sejumlah laga uji coba. Dikumpulkannya anak-anak asuh Rahmad Hidayat itu juga sekaligus untuk mengikuti rangkaian tes fisik dan kesehatan yang digelar KONI Kaltim.

Secara taktikal, Rambo –sapaan Rahmad Hidayat- bilang, permainan tim sepak bola Kaltim sudah cenderung baik. Terlihat dari hasil pertandingan lawan Borneo FC Samarinda yang berujung kekalahan 2-1. Padahal saat itu Tim PON baru saja berkumpul. Sementara Borneo sudah latihan reguler selama sebulan.

Ditambah dua kemenangan atas tim lokal asal Kukar dan Samarinda. Sehingga bisa dibilang pemahaman taktik mereka sudah cukup bagus. Walau belum berada di level yang seharusnya.

Namun lain hal untuk fisik. Pada tes fisik yang diadakan konsultan teknik KONI Kaltim, VoMax para pemain rata-rata di angka 53. Padahal idealnya berada di level 55.

“Perlu dinaikkan 2 grade lagi. Tapi kalau tidak ngumpul, ya, terkendala juga jadinya,” kata Rambo baru-baru ini.

Level fisik yang di angka itu, menurut tim pelatih masih dibatas kewajaran. Karena memang selama ini skuat Tim PON lebih banyak berlatih secara mandiri. Rambo bahkan bersyukur penurunan fisik tidak lebih jauh dari itu.

“Ya, kami dari tim pelatih selalu menjaga soal fisik anak-anak. Jangan sampai turun.”

“Beruntungnya anak-anak menjalankan sepenuhnya program latihan mandiri itu. Jadi cenderung stabil saja.”

Kini masalahnya adalah sisa waktu menuju PON Papua tinggal 4 bulan lagi. Maka menurut Rambo, Puslatda sudah sangat urgent untuk segera digelar. Terutama untuk tim beregu seperti sepak bola. Karena sebaik-baiknya program latihan mandiri, tetap tidak semaksimal ketika latihan reguler bersama.

“Kami memohon pada KONI dan Dispora Kaltim untuk secepatnya menggelar Puslatda. Kapan dan di mana tempatnya untuk segera ditetapkan.”

“Sebelum puasa kami dapat kabar Puslatda digelar 22 Mei, lalu diundur 1 Juni. Kemudian ada informasi lagi 1 Juli. Yang benar yang mana? Kami ini perlu kepastian,” lanjut Rambo.

Dalam ketidakpastian tanggal Puslatda ini. Otomatis tim sepak bola Kaltim hanya akan memperpanjang waktu latihan mandiri. Sampai nanti tiba waktu Puslatda. Ini dilakukan karena dari Asprov PSSI Kaltim sendiri, sebelumnya berpatokan pada rencana Puslatda pada bulan Mei 2021. Sehingga tidak menyusun program lain agar tim fokus ke pemusatan latihan seluruh cabor tersebut.

“Sudah saya infokan ke Ketua Yunus (Nusi) bahwa rencana Puslatda setelah Lebaran belum pasti. Ya, kami menunggu saja kepastiannya saat ini,” pungkasnya. (ava2)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply