alexa

Seno Aji: Pejuang Petani yang Resah Kebocoran Data

Samarinda, nomorsatukaltim.com – “Sebaiknya pemerintah segera mengeluarkan klarifikasi resmi, terkait kebocoran data publik.” Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kalimantan Timur, Seno Aji, menanggapi ribut-ribut jual beli data publik.

Temuan praktik jual beli 127 juta data pribadi warga negara ini sudah cukup menjadi alasan pemangku kepentingan di sektor itu segera berbenah.

Menurut Seno–sapaan karibnya, kasus yang ditengarai kebocoran data ini bukan hal baru. Sudah berkali-kali terjadi. Dan sudah sejak lama. Sudah sering pemerhati dunia siber maupun orang-orang dari lembaga non pemerintah menyampaikan pesan kewaspadaan.

“Bahwa hati-hati dengan database kependudukan kita, baik itu data e-KTP, BPJS, atau pun program yang baru-baru ini digunakan menangkal potensi penularan COVID-19 secara masif bagi pelaku perjalanan, yaitu e-HAC. Ini memang rawan dibobol. Atau diambil pihak lain,” jelas Seno Aji berbicara dengan Disway Kaltim, Minggu, (23/5).

Yang disayangkan, sejauh ia mengikuti perkembangan isu itu, hingga kini belum ada keterangan resmi yang detail dari pemerintah. Misal penjelasan kenapa data yang diduga dari BPJS Kesehatan itu bisa bocor dan jatuh ke tangan yang tak bertanggung jawab, belum ada.

Kementerian Komunikasi dan Informasi baru sebatas memblokir situs yang dicurigai menjual data-data publik tersebut. Yakni situs Raid Forums.

“Jadi menurut saya pemerintah harus lebih konsen dan berhati-hati lagi. Karena tidak mustahil data-data kita digunakan intelejen asing. Yang mana hal itu dapat mengancam keamanan negara,” ujar Seno Aji, politisi yang berkarir di Partai Gerindra, hingga kini didapuk menjadi Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kaltim di partai berlogo kepala burung garuda itu. Mendampingi seniornya; Andi Harun, yang menduduki posisi ketua DPD.

Baca Juga:  Pemprov-DPRD Kaltim Tak Menolak, tapi Siap Teruskan Aspirasi ke Pusat

Seno Aji memang cukup lama di Partai Gerindra. Ia sudah terbilang senior di lingkaran partai politik besutan Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan itu. Khususnya di DPD Kaltim. Seno bergabung sejak 2010. Dan memulai karirnya dari bawah. Mengurus partai dari posisi paling bawah.

Setelah sembilan tahun berkecimpung di dunia politik, baru ia merasa cukup matang, dan memberanikan diri terjun ke gelanggang pemilihan anggota legislatif daerah. Seno berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kutai Kartanegara, dan langsung merebut satu kursi di Karang Paci.

Bermodal sedikitnya 11 ribu pemilih yang menjadi konstituennya, pada 2019 itu ia terpilih, dan dilantik bulan September  menjadi anggota Komisi III, yang membidangi urusan pembangunan dan perawatan infrastruktur. Seperti bidang bina marga, cipta karya, pengairan, tata kota, lingkungan hidup, perumahan rakyat, energi, pertambangan dan sebagainya.

Tetapi dalam perjalanan selanjutnya, Andi Harun, yang duduk sebagai wakil ketua dewan, terpilih menjadi Wali Kota Samarinda, akhir tahun lalu. Dan dilantik pada Februari 2021 ini. Maka terjadi kekosongan kursi wakil ketua. Harus dilakukan perubahan komposisi. Seno Aji, dilihat oleh Partai Gerindra, layak menggantikan. Maka ia didapuk menjadi ketua secara resmi pada Maret 2021 lalu.

Bicara perjuangan, suami Wahyu Herna Ningsih ini tak mau muluk-muluk. Tidak jauh-jauh dari posisi awal yang dijabat di parlemen daerah. Yakni bidang infrastruktur.

Baca Juga:  DPRD Kaltim Sampaikan Perubahan Komposisi AKD di Rapat Paripurna ke-4

Ia sudah bertekad, memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat itu. Bahwa, menurutnya, harus ada perbaikan infrastruktur secara menyeluruh di Kalimantan Timur. Terutama yang menghubungkan daerah-daerah terpencil. Dan sebisa mungkin itu dilakukan dalam waktu dekat.

Bapak tiga anak ini juga berbicara soal kesejahteraan masyarakat. “Terutama saat ini, dengan adanya pandemi COVID-19. Banyak yang kehilangan mata pencaharian. Ini yang kita dorong, supaya masyarakat ini bisa bangkit melalui program-program Pemerintah Provinsi,” tutur Seno Aji.

Utamanya, para petani Kaltim. Yang dinilai masih kesulitan memasarkan gabahnya. Ini sangat perlu perhantian pemerintah, katanya. Supaya petani ‘kita’ hidupnya makmur. Sebab, pada dasarnya, Kaltim punya banyak petani. Tetapi produksi beras yang tercatat, baru hanya 10 persen dari total kebutuhan provinsi ini. “Dengan petani lebih makmur kita akan bisa memperbesar produksi pangan hasil Kaltim sendiri,” imbuh Seno.

Yang terakhir soal infrastruktur jaringan telekomunikasi, yang menunjang pengembangan teknologi informasi di daerah. Seno melihat masuk terlalu banyak wailyah blankspot internet di Benua Etam.

“Kemarin saya juga diskusi dengan Kepala Diskominfo Kaltim. Saya sampaikan, Kadiskominfo harus bisa  memberikan perhatian penuh kepada daerah-daerah yang masih blankspot. Seperti Kubar, Mahulu. Dan itu direspon baik, mudah-mudahan bisa direspon cepatlah,” katanya.

Namun, lanjutnya, tentu tidak hanya mengembangkan infrastruktur penyokong saja. Harus beserta dengan sistem keamanan dan perlindungan kepada masyarakat dari semua dampak-dampak dari perkembangan teknologi informasi itu.

Contohlah kembali insiden pencurian data digital 127 juta publik Indonesia beberapa hari lalu itu. Karena memang, menurut Seno, secara hukum, data-data kependudukan dilindungi oleh negara. Tapi kalau konteksnya kejadian kemarin itu agak susah juga, katanya.

Baca Juga:  Penabrak Jembatan Dondang Didenda 3 Miliar

“Karena sekarang yang dibobol adalah negara. Negara mau lapor ke internasional pun ada kemungkinan tidak ditanggapi. Sebab yang namanya ruang siber, hacker, kita agak absurd di situ.”

Ia pun berpandangan, kalau belum bisa membuat sistem keamanan data digital dengan baik, ada bagusnya tetap menggunakan data offline atau manual. Agar lebih aman. Sembari mempersiapkan sistem kemanan dan infrastruktur yang benar-benar tangguh dari ancaman.

“Tapi kalau pemerintah memang mampu dan merasa lebih transparan di online, ya harusnya sudah memperkuat personil IT-nya.  Dan platform hardware juga harus baik,  supaya tidak bisa dibobol pihak asing,” jelasnya.

Seno Aji dilahirkan di Semarang, Jawa Tengah pada 12 November 1971. Ia merantau ke Kalimantan Timur pada 1995. Sebelum melenggang ke legislatif, ia telah sukses sebagai pengusaha. Ia mendirikan perusahaan, Algamas Group. Dan menjabat sebagai president director di grup korporasi yang bergerak di bidang alat berat, pertambangan, perumahan dan pembangunan infrastruktur. (das)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply