alexa

Begal 12 Motor, Komplotan Polisi Gadungan Dapat Timah Panas

Samarinda, NomorSatuKaltim.com – Polsek Samarinda Ulu membongkar komplotan begal motor yang bermodus sebagai polisi gadungan, Minggu (23/5/2021) malam. Hal ini usai maraknya terjadi pencurian motor di Samarinda Ulu, beberapa hari terakhir.

Dari 12 kejadian yang dilaporkan warga kepada jajaran Polsek Samarinda Ulu, modusnya selalu serupa. Para penjahat itu diketahui selalu beraksi dengan cara membegal para korbannya. Kemudian mengaku sebagai aparat kepolisian yang sedang bertugas melakukan razia narkoba di pinggir jalan.

Unit Reserse Kriminal Polsek Samarinda Ulu segera melakukan pengungkapan, di balik kejahatan yang diduga dilakukan penjahat satu sindikat tersebut. Setelah hampir sepekan melakukan penyelidikan yang berliku, petugas akhirnya berhasil mengungkap siapa dalang di balik aksi kejahatan.

Tepatnya minggu (23/5/2021) malam, polisi yang telah mengetahui tempat persembunyian para penjahat tersebut, menciduk satu persatu para pelaku di sejumlah lokasi berbeda. Setidaknya ada empat pelaku yang berhasil diringkusĀ  petugas. Mereka adalah AW (44), AF (40), Ar (45) dan Az (39). Tak mudah petugas meringkus para penjahat ini.

Pasalnya, saat akan dilakukan penangkapan mereka melakukan upaya perlawanan. Kendati demikian, hal itu bukan menjadi kendala serius bagi para petugas. Singkatnya, karena melakukan perlawanan, terpaksa petugas menghadiahi satu persatu kaki mereka dengan timah panas.

Baca Juga:  Modus Baru Curanmor: Pura-Pura Berteman, Motor Dibawa Kabur

Dalam keadaan kaki pincang, keempatnya kemudian digelandang ke Mapolsek Samarinda Ulu guna ditindaklanjuti lebih lanjut.

“Ditangkapnya di tempat terpisah, ada yang di rumahnya dan ada juga di tempat persembunyiannya,” kata Kapolsek Samarinda Ulu AKP Zainal Arifin kepada awak media, Senin (24/5/2021).

“Pada saat penangkapan, keempat pelaku ini melakukan perlawanan, oleh sebab itu, kami terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan para pelaku,” sambungnya.

Dari hasil penyidikan, diketahui keempatnya merupakan satu sindikat. Dari empat pelaku curanmor yang ditangkap, rupanya masih ada dua pelaku lainnya yang belum tertangkap dan kini diberikan status sebagai buronan.

“Masih ada dua yang kami cari. Tercatat dari pengakuan mereka ada 12 motor, tapi yang kami temukan baru 10 motor. Sisanya masih kami cari, pengakuannya dua motor itu telah dijual,” lanjutnya.

begal2

Motor-motor hasil curian para pelaku yang berhasil diamankan polisi. (Polsek Samarinda Ulu)

Zainal menjelaskan, setiap menjalankan aksinya, para pelaku yang merupakan residivis kejahatan serupa ini, diketahui kerap beraksi pada malam hari. Sekali beraksi, biasanya mereka bertiga. Setelah mendapatkan target, para pelaku ini akan langsung memberhentikan laju kendaraan korban yang diincar.

Baca Juga:  Marak Curanmor di Samarinda, Polisi Kembali Ringkus Dua Pelaku

Setiap beraksi, mereka selalu mengaku sebagai anggota kepolisian. Kemudian mengawalinya dengan meminta identitas korban dan melakukan penggeledahan. Agar lebih meyakinkan sebagai anggota Korps Bhayangkara, mereka juga menunjukan sebuah pistol mainan.

“Mereka tidak memakai atribut kepolisian saat beraksi, tapi dalam menjalankan aksinya mereka seolah-olah bertindak seperti polisi. Setelah korbannya dipepet oleh para pelaku, baru melakukan penggeledahan, setelah itu korban dibawa ke tempat sepi lalu diturunkan dan diambil barang berharganya,” ungkap perwira dengan tiga balok emas di pundaknya tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui pula komplotan curanmor ini telah melakukan aksinya sejak sebulan terakhir, di lima titik ruas jalan kawasan Kecamatan Samarinda Ulu.

“Jadi bagi masyarakat yang merasa dicuri kendaraannya silakan melapor ke Polsek Samarinda Ulu dahulu,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu pelaku, AW, kepada media ini mengaku berpura-pura menjadi polisi hanya agar dapat memuluskan aksi pencuriannya. Mengenai pistol yang kerap digunakannya setiap kali beraksi, disebutkannya adalah senjata mainan yang dibelinya di gerai mainan.

Baca Juga:  Kunci Masih Tertempel, Motor Raib Digondol Maling

“Karena kalau tidak ngaku polisi pastinya bakal gak dikasih apa-apa. Kami pura-pura seperti sedang razia narkoba. Saya memang enggak punya kerjaan, biasanya cuman begal saja dan mengaku sebagai polisi. Biasanya bawa senjata (pistol) mainan. Itu kalau ditembak keluarnya air, cuman mainan,” tandasnya. (aaa/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply