alexa

Tutup Total

Objek Wisata di Bumi Batiwakkal

Tanjung Redeb, Nomorsatukaltim.com – Hari Raya Idulfitri atau lebaran tahun ini tetap akan sama suasananya dengan tahun 2020. Selain dilarang mudik, khususnya warga Bumi Batiwakkal, tidak akan bisa juga berwisata. Soalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menutup total objek wisata.

Penutupan tersebut berdasarkan kesepakatan atau keputusan usai rapat bersama Pemkab dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hal itu pula ditegaskan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Masrani.

“Tidak ada pengecualian, kesepakatan semua peserta rapat memang harus ditutup dan berlaku tertanggal 7 hingga 17 Mei 2021,” ungkapnya usai mengikuti rapat, Jumat (7/5).

Menurut Masrani, dasar atau pertimbangan hingga penutupan objek wisata dilakukan, karena tempat-tempat wisata di Berau sudah masuk zona hijau. Sementara di Tanjung Redeb masih berstatus zona merah. Para pemangku kebijakan dan Satgas COVID-19 Berau khawatir, akan ada wisatawan dari Tanjung Redeb yang terkonfirmasi positif berlibur. Justru akan menularkan warga atau wisatawan lain yang berada di zona hijau tersebut.

Yang sangat rawan terjadi lonjakan pengunjung saat libur Panjang, yakni wilayah Kecamatan pesisir selatan seperti Talisayan, Batu Putih dan Bidukbiduk. Untuk bagian utara, ada Kecamatan Pulau Derawan dan Maratua.

Baca Juga:  Tak Terpengaruh COVID-19 

“Nah ini yang menjadi pertimbangan, dan perlu mempertahankan zona-zona yang sudah hijau sekarang,”sebutnya.

Nantinya, lanjut Masrani, pengawasan di lapangan agar tidak ada wisatawan yang ngotot berlibur meskipun lokasi wisata ditutup, ada di tangan tim satgas setiap kecamatan.

Sebelum penetapan wisata untuk ditutup, pihaknya sudah menampung masukan teman-teman pelaku usaha pariwisata yang meminta agar objek wisata tetap beroperasi sebagai bentuk pemulihan ekonomi. Hanya saja, keputusan rapat bersama forkopimda harus ditutup, sehingganya mau tidak mau harus mengikuti keputusan tersebut. Meski mereka mengantongi surat bebas COVID-19 sekalipun tak akan diberikan izin masuk.

“Kami sudah memperjuangkan agar objek wisata lokal kabupaten tetap dibuka, tetapi hasil keputusan tetap ditutup. Kalau nanti ada wisatawan yang tetap masuk akan diminta pulang,” tandasnya.

Salah satu pemilik resort di Pulau Maratua, Ivan, mengaku merasa dirugikan dengan kebijakan pemerintah, karena pemesanan yang sudah ada di libur lebaran dibatalkan seluruhnya. Meski demikian, pihaknya mengerti apabila angka COVID-19 dapat ditekan, maka kedepannya pariwisata diharapkan bisa mulai kembali berjalan.

Baca Juga:  Gugur Demi Hukum

Sementara salah satu guide wisata, Tanto, juga mengaku sedikit kecewa karena penutupan objek wisata di Berau. Dan sangat disayangkannya, Ketika lebaran wisatawan tentu akan banyak.

Untuk diketahui, berdasarkan data kasus penanganan COVID-19 di Berau per 7 Mei 2021, total kasus terkonfirmasi positif mencapai 4.374 dan sembuh 4.164, sementara 113 dirawat dengan kematian 97 orang. Yang sudah memasuki zona hijau yakni Kecamatan Kelay, Pulau Derawan, Batu Putih, Bidukbikduk, Tabalar dan Kecamatan Maratua. Untuk zona kuning yakni Kecamatan Segah, Sambaliung, Gunung Tabur, Talisayan, Biatan dan Kecamatan Teluk Bayur. Kemudian zona merah hanya Kecamatan Tanjung Redeb. */zuh/app

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply