alexa
disway ntt malang

Keluarga Bani Mas’ud Salurkan Zakat

Tanpa Tatap Muka, Melalui 10 Ribu ATM

Balikpapan, Nomorsatukaltim.com – Sudah menjadi rutinitas tiap tahun di bulan Ramadan yang penuh berkah, keluarga Bani Mas’ud di Balikpapan menyalurkan zakat, infak dan sedekah melalui yayasan Rahmad Mas’ud Center (RMC).

Namun tahun ini pemberian zakat tidak dilakukan secara langsung. Melainkan melalui ATM yang bekerja sama dengan beberapa bank. Seperti yang dilakukan RMC pada Selasa (4/5). Pemberian zakat dilakukan secara simbolis di aula rumah jabatan Wakil Wali Kota Balikpapan kepada para penerima.

Kepada sejumlah perwakilan penerima zakat, Rahmad Mas’ud mengatakan, penyaluran zakat merupakan kewajiban bagi muslim yang mampu. Dengan tujuan menjalankan syariat Islam. Hal itu, kata Rahmad Mas’ud, sebagai bentuk ketaatan sekaligus rasa syukur kepada Allah SWT. “Zakat ini merupakan kewajiban bagi yang mampu untuk memberikan haknya kepada orang yang kurang mampu, mudah-mudahan jika tahun ini menerima zakat, tahun depan dapat memberikan zakat,” ujar Rahmad Mas’ud.

Dalam kesempatan tersebut Rahmad mewakili keluarga Bani Mas’ud dan yayasan RMC juga menyampaikan permohonan maaf. Apabila penyaluran zakat keluarga belum menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, melalui yayasan RMC kami menyalurkan zakat dan ada yang mewadahi infak zakat dan sedekah dari kami sekeluarga yang dititipkan melalui yayasan RMC,” ucapnya.

WhatsApp Image 2021 05 05 at 14.37.27

Salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan dilakukan keluarga pengusaha ini dengan menyisihkan keuntungan usaha dengan mendirikan pabrik beras di Penajam Paser Utara. Menurut Rahmad, sebagian dana zakat keluarganya dikelola menjadi sebuah program produktif. “Kami tidak mengambil keuntungan besar dari situ, tapi bagaimana zakat ini bermanfaat, paling tidak bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” harapnya.

Pemberian zakat tahun ini memang berbeda, apalagi masih dalam kondisi pandemi. Untuk menghindari pembagian zakat malah menimbulkan kerumunan. Dan demi memuliakan penerima zakat dan mentaati prokes, maka para penerima zakat akan diberi ATM. “Jadi tidak perlu berbondong-bondong berkumpul, dan ini juga lebih memudahkan kami memberi zakat ditengah pandemi covid seperti saat ini,” tutur Rahmad.

“Dari 24 ribu yang dicanangkan, saat ini sudah terealisasi pembuatan untuk 10 ribu kartu ATM ini semua berkat kerja sama dengan Bank Mandiri yang bersedia ikut membuatkan kartu tersebut bagi penerima zakat,” tutupnya. (fey/boy)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply