alexa
disway ntt malang

Dorong Carter Flight Tingkatkan Ekspor Perikanan Kaltim 

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) akan terus mendongkrak akses transportasi udara. Untuk mendorong ekspor produk perikanan. Mengingat produk perikanan di Kaltim memiliki potensi yang besar untuk diekspor.

Kepala Pusat Karantina Ikan BKIPM Riza Priyatna mengatakan, potensi kargo pengiriman produk perikanan dari Kalimantan Timur cukup besar.

Dari Balikpapan sendiri melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan per hari bisa mencapai 12 ton.

“Artinya Kaltim ini punya potensi yang besar untuk ekspor melalui transportasi udara. Kalau transportasi laut sudah rutin dan sudah continue,” kata Riza Priyatna saat melakukan kunjungan kerja ke Karantina Balikpapan, baru-baru ini.

Menurutnya, ekspor langsung melalui transportasi udara memiliki kecepatan waktu. Sehingga menjaga mutu kualitas produk.

“Ekspor langsung melalui bandara di Balikpapan sudah diberlakukan. Lalu bagaimana menjaga keberlangsungan pengiriman komoditasnya,” tandasnya.

Berdasarkan datanya, sekitar 60 persen produk perikanan sudah melewati bandara. Lalu bagaimana mendorong untuk carter flight. “Karena sekarang ini dengan transit makanya akan banyak biaya yang dikeluarkan. Dengan direct langsung bisa memangkas 50 persen biaya,” ujar Riza Priyatna.

Melalui bandara tersebut. Bukan hanya produk yang asal Balikpapan. Tapi juga dari seluruh kabupaten-kota di Kaltim.

“Kaltim banyak produk perikanan. Produk perikanan banyak keluar daerah atau negara tujuan. Seperti ikan layang, lalu kepiting itu bisa 8 ton. Bahkan bisa sampai 12 ton,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya menilai perlu adanya dukungan dari semua pihak termasuk dari pemerintah daerah. Baik itu tingkat I maupun tingkat II.

“Saya pikir harus ada dukungan penuh pemerintah daerah. Bahwa ikan ini punya andil yang cukup besar. Direct call keberlanjutannya harus dijaga,” tandasnya.

Adapun negara tujuan dari Balikpapan yang saat ini terlaksana adalah Singapura dan China. Menurutnya, ekspor produk perikanan ke Singapura saat ini terus meningkat. Karena tidak diperlukan registrasi. Sementara ke China perlu registrasi. “China menjadi pasar yang potensi. Dari ikan hias sampai ikan konsumsi,” ujarnyalagi.

Selain itu, Riza menambahkan dalam pelaksanaan ekspor yaitu eksportir perlu menjaga kualitas untuk menjaga kepercayaan dari konsumen.

“Dengan adanya ekspor langsung melalui bandara di Balikpapan akan memberikan nilai tambah bagi Balikpapan dan eksportir,” tutupnya. (fey)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply