Pelajar-Mahasiswa Paser #RinduBeasiswa

Paser, nomorsatukaltim.com – Keluarga Pelajar Mahasiswa Kabupaten Paser (KPMKP) menuntut sejumlah hal. Memeringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Terdapat dua tuntutan yang disuarakan. Yakni meminta Bupati mengeluarkan beasiswa 2021. Khususnya kepada mahasiswa yang mengenyam pendidikan di luar daerah.

Serta meminta bupati sigap. Merekomendasi guru dan tenaga honorer non kategori usia diatas 35 tahun, diangkat menjadi PNS.

“Dua tuntutan itu yang menjadi sikap kami, untuk segera ditanggapi oleh bupati dan DPRD Paser,” tegas Ketua Umum KPMKP Pusat, Dodi Wahyudi.

Terkait beasiswa dari Pemkab terakhir disalurkan 2014 lalu. Kepada mahasiswa yang mengenyamn pendidikan di luar kabupaten.

“Karena, kami sudah sangat rindu sekali dengan beasiswa ini. Terakhir sekira 2014 lalu beasiswa Paser itu ada. Sedangkan 2015 sampai 2019, beasiswa itu tidak ada,” ungkapnya. Untuk langkah selanjutnya KMPKB bakal mengantarkan sikap ke bupati dan DPRD Paser.

Pelaksana tugas (Plt) Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Paser, Alwi Tjae angkat bicara. Ia membantah kalau pemberian beasiswa terakhir 2014 lalu.

“Ada (beasiswa) Rp 6 miliar. (Kurun) 2014 sampai 2016,” jelas Alwi Tjae, Rabu (4/5/2021).

Dan 2017 lalu ada anggaran Rp 1 miliar untuk beasiswa. Namun tak dibuka untuk umum. Melainkan program kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di Kabupaten. Sehingga kampus lain tak merasakan beasiswa pada tahun itu.

“Program (kerja sama) itu sudah ada. Dan memang harus kami jalankan. Yakni kerja sama dengan Stiper (Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian),” katanya.

Sementara untuk 2018, juga terdapat program beasiswa. Dengan memanfaatkan sisa dana kerja sama beasiswa 2017 dengan Stiper. Hanya saja kembali tak dibuka untuk umum. Melainkan permohonan yang sebelumnya sudah diajukan oleh mahasiswa atau inisiatif sendiri.

“Itu kami akomodasi. Mahasiswa dari berbagai jurusan. Disetujui. Dan prioritasnya Sekda (kala itu) milih kedokteran. Tak dibuka umum. Sisa beasiswa 2017 ada Rp 300 juta. Dan itu digunakan pada 2018,” pungkas Alwi.

Dan pada 2019 barulah dibuka beasiswa umum secara online. Dana yang dikucurkan Pemkab Paser sebesar Rp 1,5 miliar. Untuk 2020, juga disediakan beasiswa sebesar Rp 1 miliar.

Hanya saja tak termanfaatkan. Karena terpaksa dilakukan refocusing. Imbas pandemi COVID-19. Begitupun 2020 ini, tak ada dana beasiswa yang disediakan. (asa/boy)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply