alexa
disway ntt malang

Berharap Destinasi Wisata Tidak Tutup selama Libur Lebaran 

Pelaku sektor pariwisata semakin waswas menjelang libur Lebaran. Rencana penutupan destinasi wisata menjadi alasannya. Apalagi, penutupan hadir tanpa kompensasi.

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Pemerintah Provinsi Kaltim berencana menutup destinasi wisata menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1442 H tahun ini.

Hal ini dilakukan, lantaran tempat wisata dinilai berpotensi menyebabkan kerumunan warga yang berimbas pada potensi penyebaran COVID-19.

Rencana itu, disampaikan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi dalam rapat koordinasi teknis lintas sektor bersama jajaran pemprov, pekan lalu.

Dengan rencana kebijakan tersebut, tentu akan memberikan dampak negatif pada pandapatan sektor usaha pariwisata. Apalagi, jika rencana penutupan itu dilakukan tanpa pemberian kompensasi kepada pelaku usaha pariwisata. “Tidak ada kompensasi dan stimulus. Karena sebentar saja. Saya kira tidak ada masalah,” ujar Hadi.

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi  (Putri) Kaltim, Dian Rosita mengaku baru mendengar rencana penutupan tersebut. Dia berharap rencana itu tidak benar-benar diwujudkan. Karena akan memberikan dampak negatif pada perekonomian dari sektor pariwisata.

“Agak kaget ya. Karena sejak April kemarin, dari Kemenparekraf sudah memberikan penjelasan bahwa tempat wisata boleh dibuka. Biasanya provinsi mengikuti kebijakan pemerintah pusat,” jelas Dian kepada Disway Kaltim, menanggapi rencana penutupan itu, Senin (3/5) kemarin.

Walau pun Dian mengaku keputusan pembukaan destinasi wisata saat Lebaran, memang mengikuti kebijakan PPKM mikro di daerah. Artinya, keputusan tergantung pada pemerintah daerah. Untuk membuka dan menutup destinasi wisata.

Namun, menurut Dian berdasarkan peraturan wali kota Samarinda, destinasi wisata tetap boleh dibuka dengan ketentuan yang berlaku. Seperti penerapan protokol kesehatan (prokes), pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 50 persen dan jaminan CHSE alias Cleanliness, Health, Safety, and  Environment Sustainability di masing-masing destinasi wisata.

Pihaknya juga telah menerima sosialisasi dan sinkronisasi dari Dinas Pariwisata Kota Samarinda dalam pengelolaan objek wisata selama pandemi COVID-19.

“Kami sudah melakukan sinkronisasi menjelang libur Lebaran. Untuk antisipasi destinasi wisata mempertegas Perwali Nomor 19 terkait penerapan prokes.  Menandakan, kita boleh dibuka,” tegas Dian.

Terlebih menurutnya, saat ini kondisi penyebaran kasus COVID-19 di Kaltim sudah cukup melandai. Terkhusus Samarinda, beberapa wilayah sudah memasuki zona kuning dan oranye.

Potensi kerumunan yang dikhawatirkan terjadi pun, menurut Dian masih bisa diantisipasi. Apalagi, prediksi peningkatan kunjungan pariwisata saat Llebaran, baru mulai terjadi pasca hari kedua Idulfitri.

“Tempat wisata di hari pertama perkiraan masih belum ramai. Paling tidak selepas hari kedua baru lah. Dan kerumunan bisa diminimalkan. Karena kan ada pembatasan 50 persen pengunjung,” ungkap manager taman hiburan Mahakam Lampion Garden (MLG) ini.

Selama bulan puasa ini, Dian menyebut angka kunjungan pariwisata cenderung menurun. Di MLG misalnya, kunjungan rata-rata hanya 200 orang per hari. Itu pun, hanya ramai menjelang waktu berbuka puasa.

Masyarakat kini juga dinilai sudah semakin patuh pada pelaksanaan prokes di tempat-tempat umum. Termasuk di lokasi destinasi wisata. Sehingga, seluruh aktivitas bisa berjalan selaras.

“Kita sudah searah antara kepatuhan masyarakat, kebijakan pemerintah, dan roda perekonomian yang tetap jalan. Jadi seharusnya, tidak berat,” ujar Dian.  “Jadi ya jangan ditutup lah ya,” pungkasnya. (Krv)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply