alexa
disway ntt malang

Ancam Keselamatan Masyarakat

Soal Penggunaan Rapid Antigen Bekas

Tanjung Redeb, Nomorsatukaltim.com – Pemberitaan penggunaan alat swab Antigen bekas yang dilakukan oknum tenaga kesehatan (Nakes), dikecam Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi.

Perbuatan itu, dinilai sangat jahat dan menciderai kinerja satuan tugas (Satgas) dalam memerangi COVID-19. Bahkan, dampak dari bisnis ilegal itu sangat mengancam dan membahayakan keselamatan masyarakat.

“Saya kecewa melihat kejadian itu. Bisnis segelitir oknum, namun mengancam jutaan nyawa orang di tengah pandemik,” Ujarnya kepada Disway Berau, Senin (3/5).

Lanjutnya, penggunaan alat tes COVID-19 secara berulang-ulang sangat berpotensi menimbulkan penularan di tengah masyarakat.

Apalagi, fungsi tes rapid antigen sangat krusial. Menjadi scrining Orang Tanpa Gejala (OTG) atau syarat perjalanan transfortasi. Sehingga, penularan virus yang merebak dari Wuhan, Tiongkok, akan lebih cepat dan tidak terkendali.

“Bisa jadi, peningkatan kasus terkonfirmasi di Indonesia diakibatkan oknum nakal seperti mereka,” terangnya.

Sementara, Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo menuturkan, hingga saat ini, belum ditemukan oknum yang menggunakan alat tes Antigen bekas di Bumi Batiwakkal.

“Untuk antigen bekas, di Berau belum ada,” katanya.

Ia mengaku, pihaknya telah menurunkan personel Sat Intelkam di seluruh wilayah Kabupaten Berau untuk mengawasi dan menyelidiki oknum yang berani menggunakan alat tes Antigen bekas yang membahayakan kesehatan masyarakat.

“Kami sudah sebarkan anggota untuk memonitor dan menyelidiki. Jika ada, akan ditindak tegas,” bebernya. */FST/JUN

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply