Yohanes Avun Minta Masyarakat Kuatkan Gotong Royong

Mahulu, nomorsatukaltim.com – Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), secara resmi telah melaksanakan pemilihan calon anggota Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) untuk periode 2021-2027, berlangsung di Balai Adat Kampung Ujoh Bilang, Rabu (28/4/2021).

Pemilihan secara demokratis itu diikuti sekitar 3.400 pemilih, terdiri dari 15 rukun tetangga (RT). Yang dipilih adalah 9 calon anggota BPK. Hampir mirip dengan pilkada. Karena memang BPK bisa disetarakan dengan DPRD Kampung.

Dalam pemilihan calon anggota BPK itu, hadir pula Wakil Bupati Mahulu Drs Yohanes Avun bersama istrinya Anastasia Dang Avun, berpartisipasi ikut memilih di Balai Adat Kampung Ujoh Bilang. Wabup bersama istrinya merupakan warga Kampung Ujoh Bilang.

Menurut Wabup, Pemkab Mahulu berharap dengan pemilihan BPK Ujoh Bilang, bisa jadi barometer bagi kampung-kampung se-Mahulu dalam pemilihan BPK.
Ujoh Bilang sebagai Ibukota Kabupaten Mahulu, diharapkan dari terpilih ketua dan anggota BPK nanti, mampu bekerja bersama pemerintahan kampung dalam menangani persoalan yang ada dalam kampung.

“Seperti kebersihan lingkungan, sampah, ternak yang masih dipelihara ditengah pemukiman, Termasuk binatang (ternak anjing) yang berkeliaran, mesti dibuat peraturan kampung (Perkam) tidak memperbolehkan hal ini ada ditengah pemukiman masyarakat,” jelas Wabup Yohanes Avun kepada Harian Disway Kaltim dan Nomorsatukaltim.com, Rabu (28/4/2021), usai acara itu.

Wabup juga menghimbau masyarakat pada 50 kampung di 5 kecamatan se-Mahulu, agar kembali mengaktifkan kegiatan gotong-royong serta mengaktifkan peran semua lembaga dalam kampung untuk berperan sesuai tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi).
“Saya harapkan agar BPK dan Petinggi Kampung seiring sejalan, sesuai pesan Pak Bupati Bonifasius Belwan Geh. BPK dan aparatur kampung hidupkan gotong-royong. Berlomba membangun masyarakat dan ekonomi kampung,” pesan Yohanes Avun.

Wabup menegaskan, kepada 50 kampung se-Mahulu agar dalam melakukan kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBKam), harus selalu dimusyawarahkan oleh Petinggi dan BPK dengan tokoh-tokoh masyarakat. Sehingga seluruh elemen masyarakat terlibat dalam kegiatan pembangunan kampung.
“Mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, serta dilakukan dengan transparan,” tandas Wabup Yohanes Avun.(imy)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: