alexa
disway ntt malang

Pemkot Balikpapan Sidak Penjualan Parsel, Awas Produk Kedaluwarsa

Balikpapapn, nomorsatukaltim.com – Paket parsel aneka jenis makanan, mulai membanjiri pasar. Pasalnya dua pekan lagi umat muslim akan merayakan Idulfitri 1442 Hijriah.

Hal ini membuat Pemkot Balikpapan merasa perlu melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pusat-pusat usaha retail. Memastikan bahwa semua parsel yang beredar layak dikonsumsi.

“Kita lihat kemasannya. Biasanya parsel jangan sampai ada yang lewat masa kedaluwarsanya,” ujar Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, saat menyambangi Yova Mart di Jalan Mayjen Sutoyo, Gunung Malang, Kamis (29/4).

Berdasarkan hasil pengamatannya di dua tempat berbeda, yakni di Yova Mart dan di Lotte Mart yang beroperasi di sekitaran Balikpapan Baru, Rizal menyebut tidak menemukan adanya penyimpangan. “Tadi sudah diperiksa juga sama BPOM semuanya kelir. Yang disampaikan tadi sangat baik, tempatnya juga sangat memadai,” katanya.

Sementara dari segi stok juga sudah dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pemerintah punya kewajiban untuk mengingatkan pelaku usaha agar memonitor semua produk yang ditawarkan. Jangan sampai ada keluhan warga terkait masa kadaluarsa, maupun keluhan soal segel atau kemasan yang rusak, karena dikhawatirkan ada risiko terhadap konsumen. “Tidak ada hal yang sepertinya akan merugikan masyarakat. Tapi kita mohon juga agar protokol kesehatannya tetap di jaga, jangan sampai terjadi epnularan covid baik dari petugasnya maupun konsumennya,” urainya.

Ia juga sempat menyinggung soal kehadiran produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ditengah gempuran produk-produk perusahaan nasional yang merajai pasar. Ia berharap pengelola usaha retail seperti Yova Mart juga memberikan pembinaan kepada mitranya yang berbasis UMKM dan membantu UMKM mengevaluasi produknya menyesuaikan kecendrungan permintaan pasar. “Di sini saya kira baik, UMKM diakomodir dengan sistem titip bayar dan tidak dipungut biaya,” tukasnya.

Selain itu UMKM lokal juga sudah mendapat kehormatan, yakni dengan menempatkan produk-produk UMKM di bagian depan sehingga mudah dijangkau konsumen. “Kita juga minta agar parcelnya juga diselipkan salahsatu produk lokal. Jadi satu paket,” imbuhnya.

Sidak itu juga melibatkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda, Loka Pom Balikpapan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Balikpapan dan Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan. (ryn)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply