alexa
disway ntt malang

Asisten Pelatih Persiba Bagi-Bagi Sepatu Gratis; Semua Anak Harus Punya Kesempatan yang Sama

Balikpapan, nomorsatukaltim.com– Asisten pelatih Persiba Balikpapan, Esteban Busto tak mau mimpi pesepakbola muda hancur lebih cepat hanya karena mereka terlahir dari keluarga kurang mampu. Ia mau semua talenta muda punya kesempatan yang sama. Hasilnya, tergantung usaha mereka. Komitmen itu Busto wujudkan dengan memberi sepatu bola untuk anak-anak didiknya.

Esteban Busto diketahui sudah puluhan tahun tinggal di Indonesia serta memiliki istri WNI. Walau masih berkewarganegaraan Argentina. Kecintaannya pada Tanah Air tak bisa disepelekan. Di sela kesibukannya menjadi asisten pelatih Beruang Madu. Pria yang karib disapa Mocha itu juga turut mendirikan SSB di Jakarta.

Menariknya, walau ia berstatus sebagai pelatih impor. Pun nama SSB-nya sangat Latin, SSB Dorados. Namun Mocha tak mau hanya mendidik anak-anak dari kalangan berada saja.

Semua anak berbakat dan punya tekat pada sepak bola ia latih. Paling tidak dari 25 anak asuhnya, sebagian terlahir kurang beruntung dari sisi ekonomi. Tapi itu tidak menjadi masalah buat Mocha, karena yang lebih penting, anak-anak asuhnya itu punya tekat kuat memperdalam ilmu sepak bola.

Melihat fenomena itu, Mocha berusaha mengumpulkan sejumlah uang untuk membelikan mereka semua sepatu sepak bola. Agar lebih menunjang latihan. Dan tentu saja, sepatu itu diberikan secara cuma-cuma alias gratis!

“Dengan bantuan seperti ini kita bisa bikin senang dan semangat anak-anak yang punya mimpi, bakat, dan target yang sama. Mereka sangat semangat jadi kita harus dukung mereka punya bakat,” kata Mocha.

Diketahui, SSB Dorados milik Mocha ini baru saja tahun ini berjalan lagi. Setelah sebelumnya sempat setop karena pandemi menghantam Tanah Air. Juga karena alasan lainnya. Yang membuat Mocha harus mencari tempat baru untuk venue latihan.

Masa libur selama lebih dari setahun akibat Liga 2 masih vakum. Digunakan dengan baik olehnya. Untuk melatih langsung 25 anak didiknya di Jakarta sana. Selain sebagai usaha sampingan. SSB ini diharapkan Mocha bisa jadi tempat yang menelurkan banyak pemain profesional ke depannya. Makanya, pola latihannya disesuaikan betul dengan Filanesia ditambah beberapa metode ala Latin yang Mocha kuasai.

“Pengen punya tim bagus dari anak-anak, dan saya dari dulu punya SSB cuma kemarin kita tutup karena ada orang beli tanah lapangan untuk bikin kebun. Baru sekarang saya dapat lapangan bagus, 15 menit dari rumah saya,” pungkasnya. (fdl/ava)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply