alexa
disway ntt malang

Pemkab Mahulu Kejar Koperasi dari Penyertaan Modal Kubar

Mahulu, nomorsatukaltim.com – Pemkab Mahulu masih mengejar sejumlah koperasi yang pernah menerima penyertaan modal dari Pemkab Kubar), kala sebelum pemekaran.

Penyertaan modal pada koperasi di Kubar sebenarnya sudah sangat lama. Di masa kepemimpinan Bupati Kubar Ismael Thomas dan Wabup Didik Effendi. Uang daerah yang digunakan untuk penyertaan modal itu totalnya sebesar Rp 54.710.500.000. Disalurkan kepada 522 koperasi se-Kubar kala itu.

“Jadi ada ratusan koperasi yang menerima penyertaan modal Pemkab Kubar saat itu berada diwilayah Mahulu. Memang saat itu 4 kecamatan dalam administratif Kabupaten Kubar berada diwilayah Mahulu,” jelas Asisten II (Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat) Setkab Mahulu, E Chen Tekhen Yohanes, Selasa (27/4/2021).

Saat ini Bagian Ekonomi Setkab Mahulu terus aktif melakukan penagihan terhadap sejumlah koperasi tersebut, agar mengembalikan uang negara yang dikucurkan Pemkab Kubar saat itu sebagai dana bergulir.

Memang selama ini kata Asisten II, dalam penagihan pihaknya terjadi kendala. Pengurus koperasi dikejar sangat sulit. Padahal setiap tahun masalah koperasi itu timbul terus menjadi temuan.

“Kendala atau kesulitan, karena para pengurus koperasi tersebut yang berada di Mahulu tidak jelas. Dicari pada alamat yang terterapun tidak jelas. Bahkan warga ternyata tidak ada. Ada indikasi beralasan berpura-pura tidak tahu,” ungkap E Chen Tekhen Yohanes.

Dia menegaskan, Pemkab telah membuat surat kepada pihak Bank Pembangunan Daerah (BPD).Yakni meminta kejelasan terkait masalah koperasi penyertaan modal Pemkab Kubar yang berada dalam wilayah Mahulu tersebut. Sementara, saat ini Mahakam Ulu sudah berdiri menjadi kabupaten sndiri.

“Surat kami layangkan meminta kejelasan ke BPD. Yaitu meminta kejelasan koperasi apa saja yang sudah ada menyetor (pengembalian) modal selama ini setiap tahun. Karena ada beberapa diantara koperasi itu yang sudah didapat alamatnya. Tetapi banyak juga yang tidak ditemukan keberadaan koperasi itu di Mahulu saat ini,” ucapnya.

Chen menegaskan, ada rencana Pemkab menempuh jalur hukum terkait koperasi penyertaan modal Pemkab Kubar tersebut. Khususnya yang ada di Kabupaten Mahakam Ulu. Yakni, jika para pihak koperasi itu tidak bisa membayar samasekali, ada baiknya dilakukan penghapusan.

“Secara hokum bukan menuntut pembayaran, tetapi dihapus atau diputihkan. Karena sudah beberapa tahun ini masalah tersebut masih terus menjadi kendala pada bidang ekonomi Pemkab Mahulu,” tandas E Chen Tekhen Yohanes.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dsidagkop dan UKM) Kubar, Salomon Sartono menjelaskan kala itu, awalnya di Kubar ada 771 koperasi. Jumlah koperasi yang ditagih ada 46. Bergerak dibidang jasa dan perdagangan sembako

Yang aktif 365. Yang memakai dan menerima modal penyertaan Pemkab Kubar sebanyak 522 koperasi. Total uang penyertaan modal pemkab dan wajib dikembalikan Rp 54,7 miliar.

Kata dia, memang tidak semua koperasi yang lalai atas kewajiban mengembalikan penyertaan modal ke pemkab. Tapi yang taat utang itu jumlahnya sedikit sekali. Yakni hanya 19 koperasi. Lainnya ada yang masih menyicil, ada pula yang menghilang entah kemana.

“Yang sudah mencicil pengembalian penyertaan modal itu hanya 107 koperasi. Hingga saat ini (tahun 2020, RED-), baru 19 koperasi yang sudah melunasi angsuran. Sehingga dari Rp 54 miliar tersebut, jumlah yang sudah dikembalikan pokok dan bunga baru Rp. 5,6 miliar,” urainya.

Disdagkop dan UKM Kubar menghimbau koperasi yang pernah menerima penyertaan modal agar mengembalikannya dengan cara mengangsur. Terhadap koperasi yang merasa mengambil penyertaanmodal Pemkab Kubar, namun tidak sehat, agar segera menyehatkan koperasinya. Disdagkop masih menunda proses hukum terhadap koperasi itu. Masih mengedepankan tindakan prefentif pada para pengelola koperasi ini.

“Yang tidak sehat akan dibina agar kegiatannya bisa hidup lagi. Yang bahkan sudah tidak beroperasi, bisa dihidupkan lagi, dengan catatan punya komitmen yang tinggi terhadap pengembangan koperasi,” katanya.(imy)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply