alexa
disway ntt malang

Dikuasai Tengkulak

Tanjung Redeb, Nomorsatukaltim.com – Peternak telur ayam ras di Berau terbatas. Pakan disebutkan menjadi salah satu penyebab. Sulit mendapatkannya. Karena dikuasai tengkulak.

Itu yang dirasakan pengusaha telur ayam ras di Kampung Samburakat, Heru. Beberapa bulan terakhir, untuk memenuhi pakan ayam-ayam petelurnya, susahnya minta ampun. Stok pakan terbatas.

“Pakannya jagung. Untuk membeli harus ke Lempake, membeli langsung ke petani jagung. Kalau tidak, habis oleh tengkulak besar. Dipasarkan ke Surabaya,” jelasnya, Minggu (25/4).

Biaya transpor mendapatkan pakan pun meningkat. Sementara harga jual tidak naik. Dari peternak tetap Rp 50 ribu per piring. Beruntung, jumlah peternak telur ayam ras terbatas di Berau. Sehingga penjualan tidak menurun. Atau masih mampu menutupi biaya produksi. Tentu juga ada untung.

“Satu hari satu kandang 2.500 ekor ayam menghasilkan 80 piring. Jumlah kandang ada tiga, masih cukuplah. Meskipun biaya pakan per hari Rp 3,7 juta,” bebernya.

Saat ini, kata dia, seluruh telur dari kandangnya untuk pasar lokal. Itu pun belum mencukupi. Sehingga banyak agen yang membeli dari daerah lain. Seperti Samarinda dan Balikpapan.’

Padahal, ungkap Heru, jika pakan cukup mudah atau tidak dimonopoli tengkulak, kemungkinan bisnis telur ayam ras lokal banyak peminatnya. Dan melepaskan Berau dari ketergantungan telur dari luar.

“Semoga jadi perhatian pemerintah daerah. Kalau semua telur produk lokal, tentu kesejahteraan warga akan semakin meningkat. Dan menjadi lapangan kerja baru. */ZUH

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply