alexa
disway ntt malang

Penolak Zero Tolerance Umpan Lambung ke Kapolri

Balikpapan, Nomorsatukaltim.com – Warga penolak penerapan kebijakan Zona Zero Tolerance di sepanjang ruas Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, belum mau menyerah. Mereka membuat surat buat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Mereka itu mayoritas warga dari RT 05 dan 06 Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota. Mereka melayangkan protes terhadap penerapan kebijakan Zona Zero Tolerance di sepanjang ruas Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan.

Sebelumnya, mereka yang menamakan diri Forum Warga Jalan Jenderal Sudirman Bersatu itu sempat mendatangi Makopolresta Balikpapan, beberapa waktu lalu. Ketika itu mereka disambut Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi dan Kasat Lantas Polresta Balikpapan Kompol Irawan Setyono.

Pertemuan tak membuahkan hasil. Forum warga tersebut pulang gigit jari. Hanya saja disepekati, mereka akan dipertemukan dengan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi terkait jalan tengah atas kontra kebijakan itu.

Namun hingga kini, panggilan untuk kembali duduk bersama itu tak kunjung tiba. Lantas mereka merencanakan untuk menyampaikan aspirasi kembali pada Selasa (27/4) besok di tiga tempat, yakni Makopolresta Balikpapan, Kantor DPRD Balikpapan dan Kantor Wali Kota Balikpapan.

Mereka juga membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Kapolri Jendpol Listyo Sigit Prabowo. Dalam surat tersebut, forum meminta untuk ada peninjauan ulang terhadap kebijakan Zona Zero Tolerance.

Kebijakan itu dinilai melumpuhkan ekonomi yang kemudian membuat efeknya kepada angka pengangguran yang membengkak. Khususnya bagi warga yang berusaha di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman itu.

Ketua RT 06 Kelurahan Klandasan Ilir, Lukman Hendra mengatakan, tanah tersebut merupakan milik nenek moyangnya yang diwariskan secara turun-temurun. Kemudian jadilah ruas jalan nasional yang tidak melalui sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami tidak pernah menolak ataupun menghambat perkembangan kota, tetapi kami juga mohon jika membuat program kerja janganlah merugikan warga,” ujar Lukman saat dihubungi, Minggu (25/4).
Oleh karenanya, kepada Kepada Kapolri ia meminta kebijakan agar diperhatikan kembali terkait efek yang bakal muncul jika Zona Zero Tolerance tetap diberlakukan.

“Kami hanya memohon agar dapat diberikan parkir pararel satu baris, karena di sepanjang jalan ini terdapat ratusan pelaku usaha UMKM, dapat dibayangkan akan hancurnya ekonomi jika tidak dapat diizinkan parkir pararel 1 baris,” jelasnya.

Ia berharap dalam penerapan kebijakan tersebut masyarakat sekitar perlu dilibatkan. Khususnya yang terdampak langsung. “Coba kalau mau buat kebijakan itu kita dilibatkan. Tidak seperti ini,” tambahnya.

Disinggung mengenai toleransi pemilik ruko yang diperbolehkan parkir di Plaza Balikpapan, ia mengaku sangat berterima kasih. Namun yang menjadi kekhawatirannya adalah masyarakat yang berbelanja di ruko dan harus menaruh kendaraanya.

“Kalau orang mau beli, masa enggak ada parkir. Ada tapi jauh, ya orang enggak ada yang mau mampir kan. Tapi jika dikasih sebaris aja kan masih bisa lah”.

Sementara itu, saat media ini coba mengkonfirmasi ke Kapolresta Balikpapan melalui sambungan telepon, hingga berita ini tayang belum terhubung. (bom/dah)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply