alexa
  • disway
  • pemkab ppu
  • dprd ppu
  • pemprov
  • ngopi

Tiga Komoditas Ini Sumbang Inflasi di PPU

PPU, nomorsatukaltim.com –  Cabai, ayam potong dan ikan layang picu kenaikan inflasi di PPU. Dari sebelas komoditas pokok, ketiganya dinilai yang memengaruhi inflasi itu.

Minimnya pasokan dianggap menjadi penyebab. Membuat harga bahan pokok tersebut fluktuatif. Bahkan melambung tinggi. Contoh saja cabai. Per 1 kilogram (Kg) beberapa pekan lalu harganya setara daging sapi yakni Rp130 ribu.

“Angka inflasi PPU sendiri mengacu dari tingkat inflasi yang ada di Kota Balikpapan. Karena PPU masih bergantung pasokan cabai dari Pulau Jawa,” kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ahmad Usman.

Komoditas itu masuknya dari Balikpapan. Sehingga ketika pasokannya berkurang, maka harga akan naik drastis. Khusus untuk komoditas ayam potong, juga dianggap mempengaruhi inflasi.

Namun untuk ayam ada keanehan. Lantaran peternakan di PPU juga ikut memproduksi ayam.  Soal itu, Usman menyebut yang menjadi masalah karena rantai distribusi. Sebab harga jualnya ditetapkan berdasarkan harga jual di Kota Balikpapan.

“Karena pemilik peternakan serta proses pemotongan dilakukan di Balikpapan. Jadi mengikuti di sana,” ujarnya.

disway

Banyak nelayan di PPU juga nyatanya tak mampu memenuhi pasokan ikan layang. Tapi Usman menjelaskan musababnya. Yaitu akibat kondisi cuaca buruk. Sehingga hasil tangkapan nelayan tidak sebanding dengan kebutuhan di pasaran.

“Nelayan jarang pergi ke laut akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir,” katanya.

Tak tinggal diam. Upaya untuk menstabilkan situasi segera dilakukan. Dengan menginstruksikan kepada SKPD untuk mendorong program yang dianggap bisa menjadi solusi.

Seperti Program Pangan Lestari (P2L). Yang melibatkan kelompok tani dan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan untuk dapat menanam tanaman di pekarangan rumah.

“Kalau tidak menyetok sendiri otomatis harganya akan fluktuatif dan bisa memicu inflasi,” pungkasnya. (rsy/boy)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply