alexa
disway ntt malang

DLH Mahulu Upayakan Pembangunan TPA

Mahulu, nomorsatukaltim.com – Dinas Lingkungam Hidup (DLH) Mahulu berencana membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah permanen tahun ini. Kepala DLH Mahulu, Solman mengungkapkan itu.

Katanya program utama tahun ini mengupayakan urusan lingkungan. Yakni menjaga kualitas air sungai dan udara.

“Dua program itu diupayakan utama akan diusahakan perbaikannya. Untuk antisipasinya, maka akan diusahakan pembuangan sampah yang teratur oleh masyarakat tidak di sembarang tempat,” terangnya, Jumat (23/4/2021).

Menurutnya, upaya membangun itu karena selama ini di Ibukota Mahulu, Ujoh Bilang, belum ada TPA permanen. Solman menyebut kalau sampah masih dibuang di sembarang tempat. Maka kualitas air dan udara dipastikan terus tercemar.
“Yang dijaga bukan hanya kualitas air Sungai Mahakam. Seluruh anak sungai yang ada di Mahulu harus dicegah oleh pencemaran sampah. Begitu juga udara. Akan bersih jika tak ada sampah berserakan,” terangnya.

Terkait dengan anggaran pembangunan TPA permanen, ia belum bersedia menjelaskan. Karena katanya saat ini masih disusun dalam program pencegahan pencemaran air dan udara. Namun
Ia memastikan program itu akan berjalan.
“Anggarannya sedang disusun untuk pengusulan. Karena koordinasi menyeluruh dengan pemkab.Saat ini dalam kondisi pandemi COVID-19. Sehingga perlu pertimbangan oleh pemkab,” urainya.

Solman juga menyebut pencemaran udara di Mahulu masih dalam toleransi. Karena 5 kecamatan masih dilingkupi hutan yang terjaga kelestariannya. Tapi kalau pencemaran air sungai tak bisa dianggap remeh.

“Selain rencana pembangunan TPA permanen, sosialisasi pencegahan pembuangan sampah disembarang tempat akan digencarkan. Jadi dari DLH turun ke kecamatan, petinggi kampung, Ketua RT, harus terus lakukan sosialisasi,” katanya.
“Agar masyarakat sadar, tidak lagi mbuang sampah ke sungai atau di sembarang tempat,” tandasnya.

Pantauan langsung Disway Kaltim, saat ini masih kurang Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah di Kampung Ujoh Bilang dan Long Bagun.

“Iya seharusnya disetiap RT dipasang 3-4 TPS. Agar masyarakat mudah membuang sampah. Kami kesulitan, karena terbatas TPS. Bahkan terlalu jauh letaknya,” ucap Markus Djiu, salah satu warga Kampung Long Bagun Ilir. (imy/boy)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply