alexa
disway ntt malang

Bulog Perkuat Komersial Melalui RPK

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Memasuki usia 54 Tahun, Perusahaan Umum Badan Urusan Logustik (Bulog) bertransformasi menjadi perusahaan umum inovatif. Lahir dengan tugas pokok menyediakan pangan untuk memperkuat ketahanan nasional, saat ini Bulog terus memperkuat posisi komersial melalui RPK.

Perjalanan Bulog mewarnai pasang surut bangsa Indonesia. Dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden No. 3 Tahun 1964, dengan nama Dewan Bahan Makanan (DBM). Setelah beberapa kali mengalami perubahan fungsi dan nama, pemerintah membentuk Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) Pengelolaan Beras di tahun 1998. Tugasnya mengelola beras sesuai dengan komitmen pemerintah. Tahun 2003, berubah status dari LPND menjadi Perusahaan Umum Bulog. Dua tahun kemudian, peran dan tugasnya ditambah dengan 3 komoditas, yakni padi, jagung dan kedelai. Kemudian tahun 2016, bertambah lagi tugas Bulog dengan pengelolaan 12 komoditas pokok.

Keberadaan Bulog sebagai perusahaan umum harus memiliki business plan yang mampu menguatkan dua peran. Yaitu ketahanan pangan nasional dan sebagai perusahaan komersial. Strategi pemasaran dan desain pengembangannya menjadi tolak ukur keberhasilan Bulog.

Kini Perum Bulogmemiliki berbagai produk yang dijual ke masyarakat sesuai dengan kebutuhan. Seperti beras medium dan premium, terigu, minyak goreng, daging sapi dan kerbau. Terbaru adalah beras.

BULOG membagikan bidang komersial menjadi tiga bagian. Yaitu unit bisnis, perdagangan utama dan logistik. “Pada tahun itu kami sudah transformasi yang arahnya komersial. Nulog di design menyerap hasil dan menyalurkan. Berbeda dengan swasta,” jelas Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Arrahim K. Kanam pada Kamis (22/4/2021).

Untuk mencapai target. Banyak tantangan yang harus dihadapi dari sisi hulu hingga hilir. “Di Kaltim untuk komersial ada banyak produk. Untuk beras dari medium sampai premium,” sebutnya. Sejak lima tahun terakhir. Bulog juga mulai fokus membangun pabrikasi untuk menghasilkan beras yang berkualitas. Beras yang diproduksi seperti medium dan premium disalurkan hingga ritel.

Di Kaltimtara, produk beras di-branding dengan Beras Etam dan Beras Mahakam. Meski begitu, Bulog tak melupakan tugasnya untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga. Karena Bulog menyalurkan sesuai dengan kebutuhan. “Tetap usaha memenuhi pasar pemerintah dan pasar komersial. Dengan cara yang berbeda,” ujarnya.

Untuk memperluas pasar, berbagai strategi penjualan dilakukan. Dari mendirikan rumah pangan kita (RPK) yang tersebar dari hulu dan hilir. Di Kaltimra jumlah RPK sebanyak 1000 an lebih. Jumlah itu pun bertumbuh. Karena harga yang diberikan sesuai dengan harga pemerintah.

Penjualan juga masuk ke distributor walaupun jumlahnya kecil. “Kenapa kecil karena harga kurang bersaing,” sebutnya. Kemudian masuk ke instansi, bank, lembaga dan lainnya untuk memperkenalkan produk-produk BULOG.
Selain RPK. Juga ada TPK (Toko Pangan Kita). Karena tahun lalu pandemi COVID-19. Maka realisasinya tak maksimal karena adanya pembatasan aktivitas. Dia menuturkan tahun ini dengan adanya pelonggaran aktivitas TPK dan RPK kembali dimaksimalkan.

Tak hanya memaksimalkan penjualan melalui offline. Pihaknya juga memaksimal penjualan produk melalui online. Yang menggunakan market place. “Di situ ada produk-produk kita yang bisa dibeli,” tandasnya.
Menurut Arrahim, penguatan jaringan RPK dan TPK terus dilakukan. Bahkan BULOG juga melahirkan berbagai produk-produk. Beberapa varian beras lain juga mulai dijual. Seperti beras sehat, beras Fortivit. Beras yang mengandung vitamin ini diharapkan juga bisa menjadi program pemerintah mengatasi stunting.

“Kami juga ada beras kemasan dengan bumbu, yakni beras briyani, beras untuk nasi kebuli dan nasi goreng mesir. Produk dari pusat ini juga ditarget di wilayah kerja kami,” bebernya. Produk-produk ini menjadi bagian dari dorong peningkatan komersial. Dengan strategi yang dijalankan pihaknya optimis masyarakat akan mengenal produk-prouk Bulog. Selain mengembang tugas menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga.

Adapun produk-produk yang diminati beragam. Dari beras hingga daging. “Daging ini peminatnya juga cukup tinggi,” ujarnya. Di bulan Ramadan tahun ini. Bulog juga menyediakan Paket Ramadan. Yang menawarkan Paket Rahmat terdiri Gula dan minyak goreng. Paket Berkah yaitu beras Fortivit, gula dan minyak goreng. Kemudian Paket Berbagi dan Paket THR.

Keberadaan RPK sendiri sangat ditunggu masyarakat. Baik mereka yang ingin menjadi mitra Bulog, maupun masyarakat yang ingin memperoleh produk Bulog. Bagi Yanti, Warga Taman Sari Balikpapan Utara, RPK ikut membantu perekonomian keluarganya.

“Sejak adanya RPK dari Bulog ini, saya bisa membantu suami menghasilkan uang tambahan,” katanya. Yanti sudah menjadi mitra RPK selama dua bulan terakhir dengan memasarkan beras produksi Bulog, termasuk gula, minyak goreng, telor, dan sebagainya. Bahan pokok yang dijualnya cukup diminati masyarakat karena selain berkualitas, harga juga bersaing. (fey)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply