alexa
disway ntt malang

Awasi Akses Masuk Berau

Tanjung Redeb, Nomorsatukaltim.com – Menjelang Idulfitri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau serius lakukan pengawasan terhadap akses masuk ke Bumi Batiwakkal.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau Muhammad Gazali mengatakan, perlu dikhawatirkan adalah laju penularan COVID-19 yang tinggi. Bahkan, menyebabkan ketidakmampuan pemerintah, khususnya tenaga kesehatan menangani hal tersebut.

“Sehingga pengawasan ini bertujuan untuk mengurangi laju penularan, agar tenaga kesehatan tetap mampu menangani dengan harapan mengurangi angka kematian,” ujarnya kepada Disway Berau, Rabu (21/4).

Sementara itu, Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasional Satgas COVID-19 Berau, Nofian Hidayat menuturkan, kenaikan laju penularan COVID-19 signifikan terjadi pasca libur panjang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu diantisipasi dari sekarang dengan penerapan pembatasan mudik.

“Telah diterbitkan Surat Edaran Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 13 tentang Peniadaan Mudik Lebaran tahun 2021,” ucapnya.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning menyampaikan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut aktivitas masyarakat tertentu dapat memicu lonjakan penularan COVID-19. Salah satunya mobilitas masyarakat dari lokasi tertentu ke lokasi lain seperti mudik.

“Maka dari itu untuk mengantisipasi hal tersebut, Polri akan melaksanakan sosialisasi secara masif terkait larangan mudik dan penerapan penyekatan arus mudik mulai 6-17 Mei 2021,” katanya.

Sementara itu, Dandim 0902/TRD Letkol Inf Fardin Wardhana, mengatakan peran TNI dalam upaya mencegah penularan COVID-19 dengan pelaksanaan sosialisasi 5M, pengawasan ruang publik dan mengoptimalkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Pada intinya, pemerintah, TNI dan Polisi itu akan bersinergi untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan keluar masuk Berau. Kami memang mengkhawatirkan jika nanti pasca lebaran, kasus melonjak naik. Jadi ini adalah atensi kami,” tandasnya. */FST/APP

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply