Nelayan Balikpapan Hilang, Diduga Larut Hingga ke Laut Muara Telake

PPU, nomorsatukaltim.com – Seorang nelayan Balikpapan, dilaporkan hilang, Rabu (21/4/2021). Tenggelam di perairan Teluk Balikpapan. Diduga korban larut terbawa hingga ke perairan laut Muara Telake, Kabupaten Paser.

Yaitu Ambo Ase (41) beralamat Gang Teri RT 46 Kelurahan Manggar Baru Kecamatan Balikpapan Timur. Bersama rekannya, Junaidi (38), Ase berangkat melaut sejak Sabtu (17/4/2021) lalu.

Sebelum diperkirakan korban hanyut hingga ke Muara Telake, awalnya korban diduga hilang di perairan laut wilayah Penajam Paser Utara (PPU).

“Tolong dimonitor. Ada orang Balikpapan tenggelam di lautnya Penajam Paser Utara. Monitor ya Pak, ditunggu laporannya,” kata Bupati PPU, Abdul Gafur Mas’ud (AGM) mengintruksikan Tim Pusdalops untuk melakukan aksi.

Tim pencari kemudian bergerak. Kepala Pelaksana BPBD PPU, Marjani melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Nurlaila menuturkan setelah menerima informasi awal dari saksi, Petugas Pusdalops BPBD PPU melakukan pendataan. Kemudian berkoordinasi dengan BPBD Balikpapan , Basarnas Balikpapan, Pos AL PPU san pihak terkait lainnya.

“Persiapan penanganan masih dikoordinasikan dengan mempertimbangkan dan memastikan dengan saksi yang saat ini masih di Polsek Balikpapan,” jelas dia.

unmul

Laila menerangkan kronologi kejadian. Menurut keterangan saksi, Junaidi.

Sekira pukul 5.30 Wita pada Sabtu (17/4/2021) lalu itu, keduanya bertemu di Pelabuhan TPI Manggar. kemudian bertolak bersama untuk mencari ikan. Sekira pukul 22.00 Wita, dua hari kemudian, Senin (19/4/2021), ternyata kapal mengalami mati mesin. Upaya untuk memperbaikinya kapan gagal. Akhirnya keduanya memutuskan untuk menunggu kapal lain lewat. Untuk meminta pertolongan.

Sembari menunggu kapal lewat, mereka memancing.

“Junaid berusaha memperbaiki mesinnya yang mengalami kerusakan tersebut tetapi tidak bisa hidup akhirnya Junaidi memutuskan ikut memancing juga bersama korban,” ujar dia.

Pada 23.00 Wita tali pancing Ase tersangkut di propeller kapal. Sehingga Ase pun turun ke air untuk melepaskan tali pancing tersebut. Namun setelah beberapa waktu berselang, korban tidak muncul lagi ke permukaan.

“Saat itu kondisi arus dan angin kencang. Korban lompat ke laut untuk melepaskan pancing tersebut, padahal Junaidi sudah mengingatkan. Tetapi korban tetap nyebur ke laut,” terang dia.

Hingga pukul 00.00 Wita, korban tak kunjung timbul. Junaidi pun memasang layar. Hingga larut dekat Pantai Nenang, di Penajam Paser Utara (PPU) hingga siang hari berikutnya, Selasa (20/4/2021).

disway iduladha

Sekira pukul 08.00 Wita hari berikutnya lagi, Rabu (21/4/2021) Junaidi baru bertemu dengan nelayan asal Nenang yang kemudian membantunya. Sesampainya di darat, ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Pos AL Penajam.

“Pada hari Rabu pagi, Junaidi ditolong oleh nelayan yang lewat. Dan kapal digandeng menuju ke Pantai Nenang,” katanya.

Hingga saat ini, korban masih dalam pencarian. Selain tim pencari BPBD PPU, turun ke lokasi ialah Tim Rescue KPP Balikpapan. Dengan mempersiapkan Alut SAR dan Peralatan SAR Air guna melaksanakan pencarian terhadap korban di berbagai teritori.

“Masih terus kami update pencarian terhadap korban,” tutup Laila.

Pencarian dihentikan pukul 23.00 Wita. Karena jarak pandang malam hari mulai terbatas. Pun kondisi angin kencang dan ombak tinggi di perairan PPU-Paser.

“Tim memutuskan untuk kembali ke pangkalan. Dan akan melanjutkan pencarian pukul 6.00 Wita, besok Kamis,” kata Kasi Ops dan Siaga Octavianto, KPP Balikpapan.

Direncanakan pencarian akan terus dilakukan paling lama hingga 7 hari ke depan. Dimungkinkan pencarian dilanjutkan setelahnya, jika korban masih belum ditemukan. (rsy/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: