alexa
disway ntt malang

Naik Pesawat Pakai GeNose

TELUK BAYUR, DISWAY – Naik pesawat di Bandara Kalimarau, kini bisa menggunakan GeNose C19. Alat skrining (penyaringan) COVID-19 mulai diterapkan 20 April 2021.

Kepala Seksi (Kasi) Teknik Operasi Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau Budi Sarwanto mengatakan, izin penggunaan GeNose sebagai syarat perjalanan transportasi tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Nomor 12/2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi COVID-19. Kendati demikian, penggunaan rapid Antigen tetap berlaku.

“Kita mulai terapkan hari ini (kemarin), GeNose menjadi alternatif skrining COVID-19 bagi calon pelaku perjalanan,” ujarnya kepada Disway Berau, Selasa (20/4).

Saat ini, sudah dua alat GeNose yang digunakan untuk melayani penumpang di Bandara Kalimarau. Sejumlah persyaratan harus dipenuhi calon penumpang sebelum melakukan pemeriksaan menggunakan alat buatan Universitas Gajah Mada (UGM).

Diantaranya, harus dalam kondisi fit atau sehat, memiliki kartu identitas dan tiket penerbangan.

“30 menit sebelum dilakukan pemeriksaan, penumpang dilarang merokok, makan atau minum, agar hasil pemeriksaan maksimal. Karena pemeriksaan dilakukan dengan pengambilan napas,” jelasnya.

Selain tingkat keakuratan diklaim lebih dari 80 persen, keunggulan GeNose C19 karena biayanya yang murah dan waktu pemeriksaan cukup singkat. Hanya membutuhan 10-15 menit.

Untuk tarif di Bandara Kalimarau hanya Rp 60 ribu. Bahkan, harga itu terbilang murah dibandingkan dengan Bandara APT Pranoto Samarinda seharga Rp 50 ribu.

“Harganya murah, tapi masa berlakunya terbatas, hanya sehari kalau tidak salah. Berbeda dengan Antigen yang maksimal tiga hari,” jelasnya.

Budi menambahkan, layanan GeNose dikelola pihak ketiga yang telah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan. Sebab, secara aturan bandara hanya fokus pada pelayanan penerbangan, bukan pelayanan kesehatan.

“Kami pastikan lagi, walau sudah pakai GeNose, antigen tetap berlaku,” tutupnya. */ZUH/JUN

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply