alexa
disway ntt malang

Jaringan Listrik Kubar-Kalteng Belum Bisa Terealisasi, Terhambat Masalah Lahan

Kubar, nomorsatukaltim.com – Sistim jaringan transmisi Melak ke Bangkanai di Kampung Sekolaq Oday Kecamatan Sekolaq Darat, Kubar, belum ada titik terang. Panjangnya nanti sekitar 200 kilometer

Berdasarkan pantauan Disway Kaltim di lokasi, secara fisik terlihat sudah siap. Media ini mencoba menghubungi Manager PT PLN Rayon Melak, Aziz Asyari. Ia mengatakan status jaringan interkoneksi sebenarnya sudah siap. Namun, terdapat kendala perizinan.

“Sebenarnya status jaringan interkoneksi sudah siap. Tapi, karena ada kendala perizinan terkait pembebasan lahan, makanya terhambat. Lebih pasti lagi silakan tanya ke ULP Pusat. Kami hanya tahu soal kendala izin,” ucap Azis Asyari.

Andai telah berfungsi, kata Azis, ia memastikan tidak ada lagi defisit listrik di sejumlah daerah yang kerap dikeluhkan PLN. Ia memberi contoh, di Kubar.

Penggabungan daya dalam rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) yang dilakukan PLN Kaltim-Kaltara, juga akan membuat dua kabupaten di selatan Kaltim terhubung dengan Sistem Mahakam.

Selain itu, RUPTL juga mencatat pada 2024, Kalimantan bakal bikin sejarah terang benderang. Dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kelai dengan daya 55 megawatt (MW). Sementara dalam kurun 2015–2024, Kaltim akan memiliki pasokan daya 1.828 MW.

“Hasil tegangan sebesar itu akan diadu dengan 305 juta VA pelanggan potensial yang dicatat PLN Kaltim-Kaltara. Khusus di Kaltara, dalam kurun 2015–2018 juga mempunyai tambahan daya sebesar 51 MW,” urainya.

Terlepas dari itu, Wakil Bupati Kubar Edyanto Arkan juga telah berupaya maksimal memenuhi kebutuhan listrik warga di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

“Saat ini ada 126 kampung di Kubar teraliri listrik dari PLN. Masih tersisa 66 kampung lagi yang kita perjuangkan teraliri listrik,” kata wabup belum lama ini.

Wakil bupati terpilih dua periode itu berharap PLN mencarikan alternative. Agar cepat mencapai target pemenuhan kebutuhan listrik merata seluruh kampung pada 2024 mendatang.

Langkah lain adalah segera menuntaskan status lahan. Yang diyakini menghambat konektivitas Gardu Induk di Kubar tersambung dengan Sutet dari Kota Bangun dan Sutet Bengkanai di Kalteng. (luk/boy)

 

 

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply