alexa
disway ntt malang

Cara Mencegah Dehidrasi saat Puasa

SELAIN asupan makanan dengan gizi seimbang, puasa yang sehat akan memerlukan kecukupan asupan cairan. Cairan sangat penting untuk memastikan tubuh berikut organ-organ bisa berfungsi normal.

Kekurangan cairan membuat Anda berisiko mengalami dehidrasi. Tanda-tanda tubuh mengalami dehidrasi antara lain sakit kepala, kepala terasa pening, lemas dan lesu. Anda tentu tidak ingin puasa batal dan kesehatan terganggu gara-gara dehidrasi. Berikut beberapa cara mencegah dehidrasi selama puasa.

Pertama, menghindari minuman berkafein. Tak ada yang bisa mengalahkan nikmat teh atau kopi. Teh susu bisa begitu pas dinikmati saat berbuka. Kopi setelah santap sahur pun bisa membantu tetap terjaga saat bekerja. Namun keduanya mengandung kafein meski dalam kadar berbeda.

Melansir dari The Star, kafein memiliki efek diuretik atau meningkatkan produksi urin. Saat terus-menerus mengeluarkan urin, tubuh bisa kekurangan garam dan cairan.

Terlalu banyak konsumsi kafein bisa menimbulkan rasa haus berlebih. Sebaiknya Anda membatasi konsumsi kafein dan tetap mengimbanginya dengan asupan air putih.

Kedua, berbuka dengan sayur dan buah. Selain air putih, kebutuhan cairan bisa dipenuhi dengan konsumsi buah dan sayur. Beberapa jenis sayur dan buah memiliki kandungan air tinggi. Sehingga Anda bisa memperoleh asupan vitamin, mineral juga air sekaligus.

Untuk sahur atau berbuka, pilihannya bisa beragam semisal semangka, ketimun, batang seledri, tomat dan belimbing. Sayuran bisa dikonsumsi dengan direbus atau dikonsumsi mentah sebagai salad.

Ketiga, menghindari makanan yang terlalu pedas dan asin. Rasa pedas memang bisa menggugah selera makan. Namun kontrol porsinya. Karena konsumsi terlalu banyak makanan pedas membuat kebutuhan cairan tubuh meningkat. Ini pun berlaku juga untuk garam. Saat memasak, batasi penggunaan garam untuk mencegah dehidrasi.

Keempat, cukupi kebutuhan cairan. Dalam sehari, setidaknya Anda memerlukan sebanyak 8 gelas air putih. Agar kebutuhan cairan terpenuhi. Namun tidak disarankan untuk memenuhi kebutuhan ini dalam sekali ‘jalan’. Ahli gizi dari IPB, Hardinsyah menyarankan asupan cairan dipenuhi saat sahur dan berbuka.

Saat bangun untuk sahur, minum satu gelas air. Kemudian minum 2-3 gelas air putih setelah santap sahur. Selanjutnya minum segelas air untuk berbuka dan 2-3 gelas air setelah makan malam. Sisa kebutuhan cairan bisa dipenuhi jelang tidur sebanyak satu gelas.

“Jadi, total delapan gelas air putih satu hari di luar cairan lain (cairan dari makanan atau minuman berwarna). Agar tubuh tidak kekurangan cairan,” kata Hardinsyah beberapa waktu lalu.

Kelima, hindari paparan panas. Hidup di lingkungan tropis membuat kita banyak terpapar sinar matahari. Selama berpuasa, usahakan tidak banyak terpapar sinar matahari atau suhu panas. Temperatur tinggi membuat tubuh banyak berkeringat dan kehilangan banyak cairan. (cnn/qn)

Sumber: 5 Cara Penuhi Kebutuhan Cairan saat Puasa

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply