alexa
disway ntt malang

Bisnis Restoran Diproyeksi Bangkit Menyentuh Puncak saat Lebaran

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Pandemi COVID-19 sempat membuat bisnis restoran mati suri. Utamanya bagi mereka yang mengandalkan pengalaman makan di tempat atau dine in.

Hal itu pula dirasakan oleh Eat N Joy Group. Perusahaan ini memiliki sejumlah usaha di bidang kuliner yang berada di kawasan Balikpapan SuperBlock. Yakni Bakoel Bamboe, D’Jintan Traditional Bistro, Aroma Rempah, Toshiaki Yutaka, hingga yang terbaru Soto Betawi.

Manajer Operasional Eat N Joy Group Nasib Sihombing mengatakan, bisnis kuliner pada tahun ini mulai bangkit. Meski belum terlalu signifikan, namun ini merupakan angin segar bagi bisnis kuliner yang masih eksis di tengah pandemi.

“Tahun ini kalau dibilang terlalu ramai sih enggak. Namun, kami tetap bersyukur, masih menang dibandingkan restoran lain,” ujarnya saat ditemui di D’Jintan Traditional Bistro, kemarin (20/4).

Trafik pengunjung, dia melanjutkan, belum meningkat signifikan lantaran sejumlah faktor. Di antaranya adalah jumlah masyarakat yang berkurang sejak pandemi. Salah satunya akibat adanya merumahkan karyawan atau PHK, sehingga mereka harus kembali ke tempat asal.

“Ambil contoh kecil saja karyawan kami yang masih banyak tinggal di kampung. Awal pandemi itu ‘kan tutup total,” ungkap pria yang akrab disapa Nasib ini.

Faktor penyebab selanjutnya adalah daya beli masyarakat. Dikatakannya, daya beli masyarakat kini berkurang akibat keuangan yang goyang imbas dari COVID-19. “Tapi enggak tahu pas gajian nanti ya, ada THR juga, apakah itu jadi puncaknya,” katanya.

Sementara itu ketika ditanya bagaimana trafik pengunjung restoran saat ini, dirinya menjawab, akhir pekan trafiknya sudah mencapai 70-80 persen dibandingkan tahun lalu. Sedangkan untuk hari biasa berkisar 40 persen.

“Kalau dibandingkan sebelum pandemi, ya sudah separuhnya. Alhamdulillah, masyarakat masih percaya sama kami,” ungkap Nasib.

Dirinya pun memproyeksi Lebaran akan menjadi puncak dari trafik pengunjung. Bukan tanpa alasan, hal ini mengingat tahun lalu masyarakat hanya bisa berdiam diri di rumah saja. Kebijakan pemerintah yang lebih longgar akan menjadi ajang “balas dendam”.

“Kalau Lebaran nanti, saya proyeksi akan memuncak. Ibaratnya ‘balas dendam’-nya di situ,” ujar Nasib.

Untuk itu, pihaknya pun telah melakukan banyak persiapan. Salah satunya dengan menambah jumlah karyawan. Untuk D’Jintan Traditional Bistro sendiri dari awalnya tiga, kini sudah memiliki 10 karyawan.

“Kami sudah mempersiapkan semuanya. Secara pribadi saya optimis. Saya selalu berharap hal yang baik akan datang,” katanya.

Pelayanan prima tanpa mengabaikan protokol kesehatan kini menjadi fokus pihaknya. Tidak ada lagi kata menunggu, melainkan kini saatnya menarik pengunjung datang.

“Saya terus berupaya agar orang yang datang itu nyaman di tengah kondisi pandemi. Kalau dulu kami menunggu, sekarang kami memancing. Ibaratnya meski dapat untung sedikit, it’s okay,” urainya.

Tidak hanya menekankan pada pelayanan terbaik, pihaknya juga menawarkan promo-promo menarik. Kini yang paling laris dibeli masyarakat adalah sistem penjualan dengan membayar sekali namun dapat menikmati semua menu yang tersedia dengan konsep prasmanan atau buffet.

Nasib mencontohkan, D’Jintan Bistri Traditional yang menawarkan promo All You Can Take per 1 April ini. Dengan hanya merogoh kocek Rp 35 ribu, pengunjung bisa makan sepuasnya.

“Ini sangat berpengaruh (terhadap peningkatan trafik pengunjung). Promo ini lebih banyak diminati,” pungkasnya. (put/eny)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply