alexa
ngopi

Penduduk di Kutim Bertambah, Kebutuhan Infrastruktur Terus Tumbuh

Kutim, nomorsatukaltim.com – Jumlah penduduk di Kutim terus bertambah. Rupanya hal ini berdampak pada strategi pembangunan Pemkab Kutim. Terutama untuk membangun infrastruktur jalan.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengakui pembangunan infrastruktur, seperti jalan, drainase dan jembatan merupakan kewajiban pemerintah. Tetapi tidak bisa pula dilakukan dengan serampangan dan membabi buta. Sehingga wajar jika ada daerah yang lamban pembangunannya.

“Karena disebabkan banyaknya pembangunan infrastruktur baru,” ucapnya.

Selain itu, karena Kabupaten Kutai Timur sangat luas dan kaya dengan sumber daya alam. Baik seperti batu bara dan perkebunan kelapa sawit, membuat daerah ini menjadi incaran para pencari kerja. Hingga akhirnya menetap di wilayah Kutim.

“Maka begitu kami menilai panjang jalan misalnya 1.000 meter. Ternyata karena banyak orang membangun rumah dan membuat jalan sekian meter, akhirnya panjang jalan yang akan dibangun bertambah lagi,” paparnya.

Sehingga Pemkab Kutim pun memiliki langkah sendiri. Dengan mendahulukan pembangunan jalan yang sudah ada dan terbilang lama. Termasuk pengalokasian anggaran akan lebih diprioritaskan. Sementara yang baru, akan tetap menjadi catatan dan menjadi kewajiban Pemerintah untuk melakukan pembangunan pada tahap berikutnya.

Baca Juga:  Penuhi Pasokan di Tengah Wabah, Petani Kaubun Tetap Panen

“Pertumbuhan jalan tiap tahunnya mengalami penambahan. Terutama untuk jalan lingkungan dan jalan penghubung antar-desa. Pertumbuhan baru yang mempengaruhi,” imbuhnya.

Untuk itu, mulai tahun depan pihaknya akan tetap fokus pada pembangunan infrastruktur yang memang merupakan salah satu kebutuhan prioritas masyarakat. Apalagi setiap wilayah selalu mengalami pertumbuhan penduduk di Kutim.

“Masyarakat yang bermukim dan kemudian mereka membuat jalan sangat wajar. Hal itu akan tetap kami akomodir karena merupakan kebutuhan dasar,” tandasnya. (bct/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply