Kronologi Oknum TNI di Balikpapan Bunuh sang Calon Istri

Kekejian oknum TNI di Balikpapan, Praka MAM yang tega menghabisi calon istrinya mulai tersingkap. Ia gelap mata karena diduga tak mendapat restu orang tua.

nomorsatukaltim.com – Dugaan ini diungkapkan ayah korban, Kuswanto (61), berdasarkan percakapan dengan sang putri, sepekan sebelum dibunuh. Pensiunan TNI itu sempat menanyakan hubungannya dengan MAM, lantaran melihat sikap RR yang berubah. Sulung tiga bersaudara itu menjadi lebih pendiam.

“Anak saya kasih tahu kalau orang tua nya (MAM) yang di Jawa tidak mau menerima menantu dari Kalimantan. Jadi akhir-akhir itu, dia mau mengakhiri hubungan. Mungkin itu alasannya,” kata Kuswanto.

Kuswanto menduga alasan ini yang menjadi penyebab hubungan keduanya tak harmonis lagi. Selama dua tahun menjalin asmara, hubungan keduanya terlihat baik-baik saja.

Salah satu buktinya, kedua pasangan kekasih itu sudah mempersiapkan diri melangkah ke pelaminan. Mereka mengurus persyaratan menikah sesuai aturan kedinasan. Termasuk sedang menyiapkan baju persit.

Warga Batu Ampar Permai RT 34, Balikpapan Utara ini mengenang sikap MAM cukup baik dan sopan. Bahkan setiap bertandang ke rumah selalu mencium tangannya.

“Saya tidak menyangka, dia tega melakukan tindakan biadab seperti itu.”

Peristiwa tragis itu bermula pada Senin, 1 Maret 2021.  Hari masih pagi ketika RR meninggalkan rumah. Saat itu sekira pukul 09.00 Wita, gadir 30 tahun itu hendak ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan di Jalan Blora I, Klandasan Ilir, Balikpapan Selatan.

Guru honorer di sekolah dasar di Balikpapan Tengah itu mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi KT 4767 ZM. Tujuannya mengubah data tempat tinggal agar lebih dekat dengan Puskesmas. Sebelumnya di BPJS beralamatkan Asrama Bukit, tempat dulu ia dan keluarga tinggal.

Namun, hingga menjelang maghrib, RR tak kunjung pulang ke rumah. Kuswanto yang gelisah berusaha mencari tahu keberadaannya. Tapi sampai tengah malam tak ada kabar juga dari sang anak.

“Saya hubungi tidak ada jawaban sampai tengah malam. Lalu saya kepikiran ke pacarnya. Saya telepon, berdering. Tapi tidak diangkat,” katanya, Kamis (15/4/2021).

Pada keesokan harinya, Selasa 2 Maret 2021, ia mencoba menghubungi kembali MAM. Kali ini ada jawaban. Dalam pembicaraan di telepon, Kuswanto meminta pria 32 tahun itu datang ke rumah.

Permintaan itu dipenuhi MAM, yang tiba di rumah Kuswanto sekitar pukul 17.00 Wita. Pada pertemuan itu Kuswanto langsung memberitahu jika sudah dua hari RR belum pulang dan tidak ada informasi sama sekali.

MAM mengaku bertemu dengan RR untuk mengambil baju Persit yang selesai dijahit.

“Dia bilang, hari Senin siang ketemuan untuk ngambil jahitan di Manggar. Setelah ambil jahitan pulang. Tapi enggak diantar karena anak saya ditungguin sama temannya seorang perempuan,” jelas Kuswanto.

Kepada Kuswanto, MAM menyebut ciri-ciri perempuan yang ditemui RR. “Perempuan, baju hitam, gemuk, pakai Vario.”

Mendengar jawaban tersebut, Kuswanto menaruh kecurigaan. Ia menyebut jika jawaban dari pria yang sudah dua tahun menjalin asmara dengan putrinya itu tidak masuk logika dan seakan direkayasa.

“Tidak masuk logika, masa nungguin di jalan. Siapa yang mau nunggu di jalan gitu. Enggak mungkin, pasti merekayasa,” tambahnya.

Kuswanto pun mengakhiri pertemuan dengan MAM tanpa menemui titik terang.  Esoknya, Rabu 3 Maret 2021, ia bersama keluarga memutuskan untuk melapor ke Polsek Balikpapan Utara.

Tak puas sampai disitu, Kamis 4 Maret 2021, ia juga melaporkan kehilangan putrinya itu ke Polresta Balikpapan, Polda Kaltim dan Kodam VI Mulawarman.

“Kalau enggak salah minggu hiangnya RR, saya lapor ke Polda. Tapi dibilang masih ditangani Polresta. Aaya juga lapor ke Kodam,” ujarnya, sambil menahan tangis.

Sebulan lebih menunggu kejelasan nasib sang putri, Jumat 9 April 2021, Kuswanto menerima pemberitahuan. MAM sedang diperiksa oleh Pomdam VI Mulawarman. Tiga hari kemudian, pada Senin 12 April 2021, putrinya akhirnya ditemukan. Namun, sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Senin malam itu ditemukan di semak-semak di Jalan Proklamasi, Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur. Saya dikabarin sama orang Kodam kalau anak saya sudah almarhumah. Berarti yang menunjukan tempatnya itu ya pelakunya (MAM),” jelasnya.

Sampai jenasah RR dimakamkan, Kuswanto, tidak sempat melihat bagaimana kondisi jasad putrinya itu. Dari informasi yang ia dapat, ditemukan dalam kondisi tinggal tulang-belulang yang sudah terpisah dalam satu tempat.

“Saya tidak melihat bagaimana kondisinya. Saya hanya dikabarkan kalau anak saya ditemukan, sudah almarhum. Informasi yang saya dapat tinggal tulang-tulang,” tambahnya.

Kini jasad wanita yang sudah menjadi tulang-belulang tersebut telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Kariangau untuk beristirahat dengan tenang. Sementara sang pelaku, akan menghadapi sejumlah hukuman.

Sehari sebelumnya Kepala Penerangan Daerah Militer Kodam VI Mulawarman, Letkol Inf Muhammad Taufik Hanif mengatakan Pomdam VI mLW sudah melakukan penahanan.

“Terhadap diduga pelaku sudah dilakukan pemeriksaan intensif dan resmi ditahan karena merupakan orang terakhir yang mengantarkan korban,” ujarnya, Rabu (14/4/2021).

Dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap prajurit TNI yang bertugas di Manggar, Balikpapan Timur ini, ia juga mengakui perbuatannya tersebut. “Pemeriksaan sementara begitu,” imbuh Taufik Hanif.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Praka MAM mengaku kesal terus ditanya kapan akan menikahi korban. Padahal keduanya sudah cukup lama berpacaran, yakni sejak 2019 lalu. Dan memang merencanakan sebuah pernikahan.

“Pelaku dan korban kenalan di sosial media (Facebook) sejak 2019. Statusnya pacaran, namun pelaku kesal karena ditanya kapan menikahi dirinya terus. Intinya modus asmara,” jelas Kapendam VI Mulawarman.

Aksi menghabisi nyawa korban pun terjadi pada 1 Maret 2021 lalu. Sejak saat itu, pihak keluarga korban membuat berita kehilangan. “Pengakuan pelaku direncanakan,” tambahnya.

Penyelidikan ini masih menyisakan banyak pertanyaan. Seperti: dengan cara apa korban dibunuh, di mana lokasi pembunuhannya, dan kapan ia dibunuh.

Sementara lokasi penemuan jasad RR berada di semak belukar di Jalan Transad, Kelurahan Manggar yang tembus di Kilometer 8 Balikpapan Utara. Lokasi penemuan jenasah sudah diberi garis polisi. Sementara sepeda motor korban ditemukan di sebuah bengkel motor di Manggar. Diduga, korban dibunuh di tempat lain, sebelum jasadnya dibuang di lokasi. (bom/yos)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply