alexa
ngopi

Petani Kaltim Mulai Budi Daya Porang, Peluangnya Masih Besar

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Porang kini sedang populer. Banyak kisah sukses para petaninya yang berhasil menjadi miliarder. Karena tanaman umbi-umbian ini. Nama lain porang ialah iles-iles. Tanaman ini termasuk dalam spesies Amorphophallus muelleri.

Manfaat porang kini banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air. Selain itu juga untuk pembuatan lem dan “jelly”atau agar-agar. Yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke Negeri Sakura, Jepang. Itulah yang mulai dilirik Bumi Mulawarman.

Menurut Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan Hortikultura Siti Farisyah Yana, porang memang baru terkenal di Benua Etam 3 tahun terakhir. Petani-petaninya pun sudah ada. Yakni sebanyak 143 petani.

“Cuma luasan (lahan) para petani tidak lebih dari 2 hektare,” ucapnya, Rabu (14/4/2021).

Para petani umumnya memiliki lahan porang dengan luas di bawah 2 hektare. Lantaran petani masih mencoba. Luas rata-rata lahan petani yang masih mencoba membudidayakan biasanya hanya 300 sampai 500 meter persegi.

Bentuk porang memang seperti tanaman perkebunan. Namun, sifatnya ialah tanaman pangan. “Kita sedang mempelajari itu (Porang). Baik budidayanya, kajiannya. Apakah tanaman ini bisa disematkan dengan tanaman pangan lainnya? Itu semua masih kita pelajari,” jelasnya.

Lahan pengembangan porang paling banyak ada di Paser, Penajam Paser Utara (PPU) dan Kukar. Di mana se-Kaltim luas lahannya hanya sekitar 92,72 hektare.

Dia melanjutkan, pengembangan porang masih dikomunikasikan. Pembinaan secafa intensif ke para petani di wilayah tersebut akan segera dilakukan. “Karena memang baru,” tambahnya.

Potensi pasar porang diakui Yana memang tinggi. Bahkan berada di tingkat pasar global. Karena negara pemesannya selain Jepang ada China, Vietnam, Taiwan, Korea, Thailand, dan Australia.

Tetapi, di Kaltim, potensi ekspor ini masih belum bisa disanggupi. Karena kuantitasnya yang dinilai Yana masih kurang.

“Turunannya (porang) kan banyak. Pembungkus kapsul juga bisa. Untuk jadi salah satu bahan makanan udon juga bisa. Lalu, berdasarkan informasi dari para pelaku ekspor porang di Jawa semua turunan porang diterima di pasar,” tuturnya.

Itulah yang menjadi alasan mengapa para petani mulai melirik porang. Bersyukurnya lagi, para petani di Benua Etam juga bergabung dalam beberapa kelompok tani. Seperti Kelompok Porang Borneo dan Perkumpulan Petani Porang Kalimantan Timur.

Untuk bibit porang harganya berkisar Rp 200 ribuan. Bibit itu bisa dicacah. Dan disebarkan di lahan perkebunan. “Sebaran petani dan lahan sudah se-Kaltim,” sambungnya.

Untuk pemasaran, akan lebih dipelajari secara merinci. Karena kepercayaan dari buyer harus bisa dimiliki. Pengimpor untuk pabrik besar juga dinanti.

Bagi para petani baru yang ingin membudidayakan porang, Dinas Pangan Tanaman Pangan Hortikultura masih belum bisa memfasilitasi pembibitan. Tetapi ada pembinaan pengembangan soal budi daya. “Petani porang itu tidak bisa yang biasa saja, harus sifatnya yang industri. Seperti sawit,” tandasnya.

Baru 4 Bulan Menanam

Petani di Desa Loh Sumber, Kutai Kartanegara mulai membudidayakan porang sejak 4 bulan lalu.  Sebab, petani di sana baru mengenal porang.

“Kami baru mulai menanam porang sejak empat bulan lalu, setelah melakukan kerja sama dengan Universitas Mulawarman Samarinda,” ujar Misjianto, petani porang di Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, baru-baru ini.

“Dari sini saya tertarik, kemudian empat bulan lalu kami mulai tanam perdana di lahan seluas setengah hektare. Inilah kondisinya sekarang, porang sudah berkatak dan dalam waktu dekat sudah bisa dipanen,” ucap Anto, panggilan sehari-harinya, saat di kebunnya.

Ia menjelaskan bahwa harga katak porang saat ini di kisaran Rp 200 ribu per kilogram (kg). Tiap kg rata-rata berisi 100 katak ukuran standar. Setiap kali tanam porang bisa sampai empat kali panen katak.

Fungsi katak adalah untuk bibit lagi. Karena pengembangbiakan porang bisa dari katak, bisa dari umbi, dan bisa juga dari biji.

Saat ini, lanjut Anto, meski katak belum dipanen, tapi sudah ada yang pesan. Sudah ada calon pembeli, yakni petani yang tergabung dalam anggota Forum Porang Kaltim.

“Untuk harga katak memang Rp 200 ribu per kg, sementara untuk harga umbi porang sekarang Rp 9 ribu per kg dengan rata-rata satu pohon menghasilkan 3 kg. Untuk per hektare rata-rata ditanami 40.000 bibit porang,” kata Anto. (nad/an/eny)

Budi Daya Porang di Kaltim

– Petani: 143

– Luas lahan Se-Kaltim: 92,72 hektare

Potensi Ekspor

– Jepang

– China

– Vietnam

– Thailand

– Korea

– Taiwan

– Australia

Produk Olahan Porang

  1. Pangan

– Tepung porang

– Ekstrak glukomannan

– Mie Shirataki

– Beras Konnyaku

– Pasta Porang

– Boba

– Suplemen diet

– Pengental alami

  1. Kosmetik

– Butiran pembersih wajah

– Sponge pembersih wajah

– Masker wajah

– Bahan untuk kapsul

  1. Industri Kimia

– Bahan pelapis (coating dan edible film)

– Bahan kimia perekat (lem dan cat tembok)

– Pelapis kedap air

– Penguat tenunan industri tekstil

– Media pertumbuhan mikroba

– Bahan pembuat kertas

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply