alexa

Jalan Rusak Lambat Diperbaiki

Kerap Terjadi di Kecamatan Karangan

Kutim, Nomorsatukaltim.com – Kecamatan Karangan di Kutai Timur (Kutim) membutuhkan peningkatan infrastruktur. Kondisi jalan rusak cukup banyak titiknya. Belum lagi, peningkatan kualitas jalan yang berada di tingkat desa. Sayangnya kondisi ini kerap lambat tertangani. Sehingga justru membuat kerusakan semakin parah.

Salah satu warga di Desa Batu Lepoq, Misbah mengatakan, banyak titik jalan rusak di Karangan, khususnya di Batu Lepoq. Dirinya berharap, pemerintah dapat segera memperbaiki kondisi jalan tersebut. Mengingat, akses jalan di Kecamatan Karangan sangat sedikit. “Sehingga jika ada jalan rusak, akanterus dilewati. Karena akses satu-satunya,” ucapnya.

Jalan Karangan 1

Wakil Ketua II DPRD Kutim, Arfan pun memastikan, bakal mendorong program perbaikan jalan di Karangan. Sebab dirinya melihat langsung bagaimana kondisi jalan di sana. Meski bukan dari daerah pemilihan (dapil) tersebut. “Karena sebagian besar persoalan itu yang dikeluhkan masyarakat,” ucapnya.

Apalagi, Pemkab Kutim kini lebih condong meningkatkan kondisi infrastruktur. Khususnya untuk kawasan desa-desa di pelosok Kutim. Maka sudah seharusnya pemerintah bisa tanggap terhadap keluhan masyarakat. “Termasuk seperti soal kerusakan jalan seperti di Karangan ini,” imbuhnya.

Tentunya pembangunan maupun perbaikan infrastruktur harus berjalan merata. Sekigus tepat sasaran. Sehingga masyarakat Karangan maupun di kecamatan lain tak lagi mengeluhkan persoalan yang sama. “Jika infrastruktur jalan baik maka pembangunan daerah juga akan berjalan dengan lancar,” kata politisi Nasdem tersebut.

Baca Juga:  Jalan Rusak di Tenggarong Seberang Dikeluhkan Warga

Jalan Karangan 2

Sementara itu Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan, memang pada periode kepemimpinan dirinya infrastruktur jadi fokus utama. Tapi dengan luasnya wilayah Kutim dan banyaknya usulan yang masuk ia menilai masih perlu memilah mana yang jadi prioritas. “Tak hanya jalan, perbaikan jembatan dan drainase juga tidak bisa dilupakan,” ujar Ardiansyah.

Tapi ia yakin, APBD Kutim bisa menutupi kebutuhan infrastruktur masyarakat sekitar 60 persen. Maka sisanya harus dicari dari sumber lain. Baik itu bantuan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau dari pemerintah pusat. “Belum lagi pertumbuhan penduduk juga ikut membuat kebutuhan infrastruktur bertambah. Ini juga perlu kami perhatikan menurut saya,” katanya. (bct)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply