alexa

Berlari Kejar Digitalisasi, BI Kaltim Launching Virtual Banking dan QRIS

Dengan adaptasi baru, maka percepatan digitalisasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional mutlak dibutuhkan.

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Pandemi COVID-19 membuat masyarakat harus adaptasi dengan kebiasaan baru. Salah satunya aktivitas keuangan masyarakat dan sektor jasa keuangan.

Dengan adaptasi baru, maka percepatan digitalisasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional mutlak dibutuhkan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur Tutuk SH Cahyono mengungkapkan, BI bersama Otoritas Jasa keuangan (OJK) dan perbankan serta stakeholder lainnya terus mendorong inklusi ekonomi dan inklusi keuangan bagi UMKM.

“Inklusi keuangan kita selalu bergandengan tangan dengan OJK. Alhamdulillah, Keppres sudah diterbitkan terkait Tim Percepatan Perluasan Digital Daerah (TP2DD),” kata Tutuk SH Cahyono dalam sambutannya saat Launching Virtual Banking dan QRIS di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Rabu (14/4/2021).

Kegiatan yang digelar secara virtual tersebut juga dihadiri Gubernur Kaltim Isran Noor dan Kepala OJK Made Yoga Sudharma.

Menurut Tutuk, inklusi ekonomi adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi juga berdampak pada UMKM. Sedangkan inklusi keuangan bagaimana UMKM bisa diajak masuk sektor keuangan.

“Sehingga kita bisa mendorong terjadinya digitalisasi keuangan dan ekonomi yang inklusi dan efisien,” tandasnya.

Dalam perkembangannya, QRIS di Kaltim cukup cepat pertumbuhannya. Pasalnya, tingkat pertumbuhannya rata-rata di atas nasional maupun di atas Kalimantan. Berdasarkan hasil penilaian indeks Information Communication Technology (ICT). Yang menjadi ukuran kesiapan digitalisasi di Indonesia.

Tutuk menyebut bahwa Provinsi Kaltim adalah satu di antara empat provinsi yang kategorinya cukup baik atau berwarna hijau. “Artinya masyarakat Kaltim sudah sangat siap menerapkan perkembangan digitalisasi,” ujarnya.

Dengan begitu, menurutnya, tidak ada alasan untuk tidak menggalakkan aktivitas berbasis digital. Baik itu UMKM dan juga pemerintah. Saat ini banyak ratusan kota dan kabupaten yang bergerak untuk mempercepat dan memperluas digitalisasi.

“Kaltim yang sudah terbit Kota Samarinda dan Kabupaten Kukar. Dan dalam waktu dekat provinsi juga akan diluncurkan. Memang kita sudah punya dulu, sekarang lagi ada perbaikan,” bebernya.

Tutuk menilai, Kaltim sudah memiliki kesiapan, dan telah melakukan percepatan. BI ingin mendorong adanya percepatan dan perluasan elektronifikasi transaksi pemerintah. Seperti percepatan elektronitifikasi bansos. Tujuannya untuk mendorong kesehatan fiskal pemerintah. Terutama peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Selain itu, berdasarkan survei yang dilakukan menunjukkan peran edukasi masih terbuka lebar. Masyarakat masih banyak yang belum mengenal transaksi digital. “Itulah pentingnya edukasi. Karena itu pada hari ini (14/4) kami me-launching produk-produk digital perbankan. Dan yang kedua QRIS,” terangnya.

Tutuk berharap dengan fasilitas virtual banking dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat. Selain itu, ditargetkan hingga akhir tahun akan ada lebih dari 200 ribu layanan QRIS. “Target kami memang cukup besar. Sekarang sudah ada 120 ribuan. Awal tahun 2020 hanya 20 ribu,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kaltim Isran Noor mengapresiasi Bank Indonesia Provinsi Kaltim yang telah meluncurkan program Virtual Banking dan Qris Expo 2021. Begitu juga program BI lainnya dengan harapan dapat terus mendorong penggunaan instrumen pembayaran non tunai menuju less cash society.

Apalagi program tersebut untuk mendorong elektronifikasi transaksi keuangan terus maju dan berkembang. Di mana mengubah transaksi pengeluaran dan penerimaan pemerintah dari tunai menjadi non tunai.

Yaitu melalui berbagai kanal pembayaran, serta mewujudkan efisiensi, efektivitas dan transparansi tata kelola keuangan pemerintah melalui infrastruktur yang aman dan memadai.

“Program ini, diharpakan menjadi media publikasi perbankan di Kaltim, guna mengedukasi masyarakat khususnya terkait program pembayaran digital, termasuk mendukung mitigasi penyebaran COVID-19 di Kaltim,” kata Isran Noor, Rabu (14/4/2021).

Gubernur berharap seluruh pelaku perbankan di Kaltim untuk terus mempersiapkan diri untuk menghadapi era digitalisasi. Penguatan payment system dan sistem digital harus dibangun dengan baik.

“Saya mengajak pimpinan perbankan BUMN maupun swasta untuk turut berkontribusi bagi peningkatan perekonomian bagi para pelaku UMKM. Karena UMKM menjadi ujung tombak dalam mendorong perekonomian daerah,” ajak Isran Noor. (fey/eny)

 

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply