ngopi

Petani Jeruk Desa Pengrapat di Paser Butuh Pelatihan Agar Jualan Meningkat

Paser, nomorsatukaltim.com – Petani jeruk di Desa Padang Pengrapat, Kecamatan Tanah Grogot, Paser butuh perhatian. Mereka kesulitan menjual hasilnya saat panen raya tiba.

Sebagai catatan, ketika panen raya pada Juni – Juli nanti, harga jeruk dipastikan bakal turun hingga kisaran Rp 2 ribu sampai Rp 4 ribu per kilogram. Sedangkan harga normal biasanya menembus angka Rp 15 sampai Rp 20 ribu.

“Ini saat panen raya jeruk kami kewalahan, kemana dijualnya. Karena pasar kami juga hanya di Tanah Grogot,” jelas Kepala Desa Padang Pengrapat, Prasojo, Rabu (14/4/2021).

Di sisi lain, hasil pertanian jeruk dari daerah lain juga diarahkan di Tanah Grogot. Tak luasnya cakupan pangsa pasar, dapat dikatakan juga dipengaruhi dari keterbatasan sumber daya manusia (SDM) petani sekitar.

“Kami butuh adanya pelatihan bagaimana membuat olahan dari jeruk,” sambungnya.

Sejatinya untuk olahan jeruk, petani telah diberikan bantuan berupa alat pengolahan buah jeruk oleh instansi terkait. Dimana diperuntukkan menjadi produk berupa jus. Ya kembali masalah pangsa pasar juga kesulitan.

“Sehingga dibutuhkan pelatihan terus menerus dari dinas terkait. Sebenarnya alat yang diberikan komplit untuk membuat jus jeruk. Ya karena pangsa pasar sulit, jadi alat-alat tersimpan di gudang saja,” ungkap Prasojo.

Luas area pertanian dan perkebunan di Desa Padang Pengrapat, Paser sekitar 490 hektare. Yang mana ditanami jeruk, salak dan padi. Serta pendapatan  dari perikanan maupun peternakan.

“Untuk jeruk saat panen raya per hektare mendapatkan 20 ton sampai 30 ton per periodik,” sebutnya.

Jika mengaca dari pengalaman, nampaknya panen raya baru bisa terlaksana pada tri wulan tahun ini. Mengingat cuaca yang tidak menentu. “Ya September nanti, petani jeruk baru bisa menikmati hasilnya. Demi menyambung hidup dengan menjadi kuli bangunan,” tandas Prasojo. (asa/boy)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply