ngopi

Kenalan Lewat Facebook, Guru di Balikpapan Dibunuh Oknum TNI karena Minta Nikah

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Warga di Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, Senin (12/4/2021) lalu sempat heboh. Di sana, ditemukan sisa jenazah seseorang yang diduga berjenis kelamin perempuan. Diketahui belakangan, jasad tersebut adalah seorang perempuan yang berprofesi sebagai guru di Balikpapan.

Korban sudah nyaris sebulan hilang dan dicari pihak keluarganya yang tinggal di kawasan Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara. Saat media ini mengonfirmasi, pihak keluarga korban membenarkan hal tersebut. Hanya saja, pihak keluarga tidak ingin diekspos oleh media.

Sementara itu saat dikonfirmasi ke Kodam VI Mulawarman, melalui Kapendam VI Mulawarman, Letkol Inf Taufik Hanif mengatakan, saat ini kasus tersebut sedang dalam penanganan Pomdam VI Mulawarman. Terduga pelaku berpangkat Prajurit Kepala (Praka) sudah dilakukan penahanan.

“Terhadap diduga pelaku sudah dilakukan pemeriksaan intensif dan resmi ditahan karena merupakan orang terakhir yang mengantarkan korban,” ujarnya, Rabu (14/4/2021).

Lanjut Kapendam VI Mulawarman, dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap prajurit TNI yang bertugas di kawasan Manggar, Balikpapan Timur ini, ia juga mengakui perbuatannya tersebut.

“Pelaku juga mengakui perbuatannya,” tegas Letkol Inf Taufik Hanif.

Dari data dan pemeriksaan yang ada, korban berinisial RR (30) terpaksa dihabisi nyawanya oleh pelaku berinisial MAM, lantaran dirinya kesal terus ditanya kapan akan menikahi korban. Padahal keduanya sudah cukup lama berpacaran, yakni sejak 2019 lalu. Dan memang merencanakan sebuah pernikahan.

“Pelaku dan korban kenalan di sosial media (Facebook) sejak 2019. Statusnya pacaran, namun pelaku kesal karena ditanya kapan menikahi dirinya terus. Intinya modus asmara,” jelas Kapendam VI Mulawarman.

Aksi menghabisi nyawa korban pun terjadi pada 1 Maret 2021 lalu. Sejak saat itu, pihak keluarga korban membuat berita kehilangan.

“Pengakuan pelaku direncanakan,” tambahnya.

Jasad korban pun sudah dibawa rumah sakit untuk menjalani proses autopsi. Korban ditemukan dalam bentuk tulang-belulang yang terpisah dalam satu tempat.

“Sudah satu bulan kejadiannya jadi sisa tulang-tulang aja. Tapi sudah ditemukan semua tulangnya,” ujarnya.

Sementara untuk proses hukum, Kapendam VI Mulawarman menegaskan pihaknya akan memproses kasus ini secara hukum sampai tuntas. Dan untuk ancaman hukumannya, akan disesuaikan atas hasil sidang di pengadilan nanti.

“Akan kita proses sesuai kode etik militer dan hukum yang berlaku,” tutupnya. (Bom/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply