alexa
ngopi

Komitmen Berantas KKN

Pemkab Punya 2 Penyuluh Antikorupsi

TANJUNG REDEB, DISWAY – Bupati Berau Sri Juniarsih menegaskan komitmen, dalam upaya pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) selama kepemimpinannya.

Disebutkan bupati perempuan pertama di Bumi Batiwakkal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, punya dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendapatkan sertifikasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai penyuluh antikorupsi.

“Kami patut bersyukur saat ini sudah memiliki penyuluh anti korupsi, jadi ini sangat membantu sekali,” katanya, Selasa (13/4) usai mengikuti rapat bersama KPK di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau.

Dengan adanya dua ASN menjadi penyuluh pemberantasan korupsi, kedepan akan melakukan terobosan melalui Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), perizinan pengadaan barang dan jasa, perencanaan dan penganggaran APBD, manajemen ASN, tata kelola dana desa, optimalisasi pendapatan daerah, serta manajemen aset daerah.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Berau itu juga menjelaskan, hal itu menjadi rencana aksinya dengan menekankan pada fokus makro, yaitu perizinan tata negara, tata niaga, keuangan negara dan hukum reformasi birokrasi.

“Jika diizinkan, kita juga akan punya kegiatan kedepan, penting sekali untuk kepala daerah, kemudian OPD, camat, kepala kampung agar mendapatkan penyuluhan anti korupsi,” tuturnya.

Baca Juga:  Sambangi Asrama, Wabup Serap Aspirasi Mahasiswa

Saat ini, lanjutnya, pemberantasan korupsi tidak lagi bisa mengandalkan aparat penegak hukum semata. Namun perlu keterlibatan semua pihak. Baik itu masyarakat biasa maupun pegawai pemerintah atau swasta. Selain itu, penegakan anti korupsi juga harus dilakukan mulai dari diri sendiri dan keluarga.

“Contoh kecil budaya korupsi ya korupsi waktu kerja. Belum waktunya pulang sudah pulang. Atau malas-malasan kerja sementara menerima upah sama,” bebernya.

Kemudian, di lingkungan sekolah sudah semestinya tenaga pendidikan menanamkan budaya anti korupsi sejak dini kepada para pelajar. Agar jika menjadi pemangku kepentingan tidak memanfaatkan kepentingan pribadi.

“Sejak TK sampai SMA dan kuliah nilai-nilai anti korupsi harus sudah ditanamkan. Nah nantinya ini akan dilakukan oleh para penyuluh anti korupsi yang kami miliki,” tutupnya. */ZUH/APP

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply