alexa
  • disway ntt malang
  • ngopisore

Program Pertanian Modern Se-Mahulu Masuk Tahap Survei

Mahulu, nomorsatukaltim.com – Pemkab Mahakam Ulu (Mahulu) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian akan menggencarkan Usaha Tani Menetap dengan teknologi pertanian modern. Ini direncanakan sejak tahun lalu.

Pada tahun ini, DKPP Mahulu akan memulai membuka pertanian pada 50 kampung se-Mahulu.

“Sekarang ini tim DKPP masih berada di lapangan melakukan survei keberadaan lahan pada 50 kampung se-Mahulu,” jelas Kepala DKPP Mahulu, Saripuddin kepada Harian Disway Kaltim dan nomorsatukaltim.com, Kamis (8/4/2021).

Saripuddin menegaskan, pertanian menetap tersebut merupakan salah satu bidang yang sudah direncanakan Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh sejak beberapa tahun lalu. Jadi setiap kampung menyiapkan 10 hektare lahan. Sehingga total 50 kampung ada 500 hektare lahan untuk membuka pertanian modern.

“Biaya pembukaan lahan hingga tanam melalui dana desa. Selama menunggu produksi, untuk pupuk dan pestisida akan disalurkan oleh DKPP. Hal itu sudah dibahas dan dianggarkan dalam APBD Mahulu tahun 2021,” bebernya.

Kadis menuturkan, survei yang dilakukan tim DKPP untuk melihat langsung kelayakan lahan 10 hektare yang disiapkan oleh masing-masing kampung. Dalam pekan ini, kata dia, tim survei akan kembali melaporkan hasilnya.

“Berharap agar setiap kampung dapat menyediakan lahan yang cocok dengan tingkat elevasi (ketinggian) maksimal 40 derajat, tidak berbatu dan tidak terlalu jauh dari kampung,” ucap Saripuddin.

Dengan menerapkan teknologi pertanian modern pada setiap kampung itu, kata dia, masyarakat akan diarahkan untuk tetap berladang dan melakukan Usaha Tani Menetap.

“Berladang, namun usaha tani (kebun) modern dan menetap harus dilaksanakan,” tukasnya.

Sebelumnya menurut kadis, Pemkab Mahulu melalui DKPP sudah melakukan kerja sama pengkajian pertanian di Mahulu dengan Universitas Mulawarman, Samarinda.

“Sejak 2021 akan dilakukan uji coba, hasil kerja sama DKPP dengan DPMPK dan Desa. Yaitu program khusus dari Bupati Mahulu untuk membangun pertanian di kampung se-Mahulu.

“Dalam rangka memacu Usaha Tani Menetap. Jadi hal itu akan menjadi contoh bagi masing-masing kampung. Sehingga setiap kampung akan menjadi sentra pertanian,” tuturnya.

Setiap kampung dibuka lahan pertanian seluas 10 hektare. Semuanya dilengkapi dengan sarana prasarana pertanian modern. Yang dimaksud pertanian modern yakni adanya lumbung padi, lantai jemur, perontok padi, hingga gilingan padi. Itu lengkap jadi satu paket.

“DKPP akan memacu lebih jauh untuk pengembangan pertanian modern se-Mahulu. Bahkan untuk pembangunan kampung menjadi sentra pertanian akan dimulai tahun ini,” pungkasnya.(imy/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply