alexa
disway ntt malang

Petakan Produk Perikanan Laut, Bea Cukai Balikpapan Ingin Tingkatkan Ekspor Sektor Ini

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Potensi sektor perikanan laut yang dimiliki bangsa Indonesia sangat besar. Terbukti, sektor ini mampu melakukan ekspor setiap tahunnya dan terus mengalami kenaikan.

Menyadari hal tersebut, dan untuk mendukung pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Bea Cukai kian gencar menggali potensi ekspor produk perikanan Indonesia.

Bea Cukai Balikpapan misalnya. Melakukan pemetaan potensi hasil laut apa saja yang bisa didorong untuk diekspor. Pemetaan ini fokus pada sektor perikanan. Yang nantinya dapat meningkatkan ekspor.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Balikpapan, Wijaya Arif mengatakan, bahwa pihaknya bersama instansi terkait ikut berperan aktif mendorong program pemulihan ekonomi. Salah satunya melalui peningkatan produk ekspor.

“Semua instansi yang terkait termasuk KPPBC TMP B Balikpapan telah melakukan berbagai langkah. Makanya kemarin sempat ada ekspor langsung dengan komoditas kepiting ke Shanghai,” terang Wijaya Arif dalam Media Gathering yang digelar, Rabu (7/4/2021).

Pada tahun ini, sudah ada pengangkutan Freighter Direct Call langsung ke negara tujuan. Di mana ekspor langsung ke China dengan menjadikan Balikpapan sebagai lokasi pengumpulan barang ekspor produk laut.

“Ada direct flight langsung dari Balikpapan ke Singapura yang sebelumnya belum ada. Sebelumnya harus ke Jakarta atau ke Surabaya, Semarang jadi otomatis biayanya lebih besar,” katanya.

Dengan adanya ekspor langsung maka pencatatan produk yang diekspor akan langsung asal Balikpapan. Sehingga menjadi nilai lebih bagi Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur yang juga berkontribusi dalam ekspor di bidang laut.

Sesuai dengan penyusunan instruksi kerja baru tahun anggaran 2021. Sejalan dengan fungsi Bea Cukai sebagai trade facilitator. Arif mengatakan telah disusun instruksi kerja baru sebagai bentuk fasilitas pendukung ekspor ikan di bidang fiskal.

“Dengan sudah berhasilnya melakukan ekspor produk laut langsung dari Balikpapan ke China maka akan lebih dimaksimalkan. Karena produk perikanan yang diekspor sehari bisa mencapai 8 ton,” sebutnya.

Arif menyebut upaya yang telah dilakukan mampu mendorong kegiatan ekspor produk hasil laut melalui sarana pengangkut udara. Dengan hasil 3 komoditas ekspor di tahun 2021. Adalah kepiting hidup (live crabs),ikan kerapu segar (fresh grouper fish), dan dan ikan bawal segar (fresh pomfret fish). “Negara tujuan ekspor produk ikan yaitu China, Singapura dan Malaysia. Melihat grafiknya juga terus bergerak naik,” sebutnya.

Kendati telah berhasil melakukan ekspor langsung ke negara tujuan. Menurutnya, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Yaitu belum semua pelaku usaha atau eksportir mengetahui bahwa adanya fasilitas ekspor langsung dari Balikpapan.

Selain itu, pesawat yang digunakan untuk melakukan ekspor belum berstatus carter. Alias masih menggunakan pesawat penumpang. Karena masih belum memenuhi kuota minimal volume ekspor.

“Sebenarnya volume itu bisa terpenuhi, tetapi masih banyak pelaku usaha yang belum tahu. Kalau carter langsung harus lebih dari 20 ton. Padahal setiap hari bisa ekspor lebih dari 2-5 ton,” ujarnya.

Untuk itu, upaya yang harus dilakukan adalah terus mendorong pelaku usaha di Kaltim dapat melakukan ekspor melalui Balikpapan. Karena fasilitas atau layanan angkutan melalui udara telah tersedia.

Sebelumnya, 17 Maret lalu Pemerintah Kota Balikpapan melepas secara resmi ekspor langsung kepiting bakau ke China.

Dibukanya ekspor langsung melegakan eksportir. Sebab bisa memangkas biaya pengiriman sekira 30 persen.

Para eksportir di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara diharapkan bisa memanfaatkan fasilitas ekspor langsung tersebut. Jadi yang selama ini ekspor melalui Jakarta bisa langsung melalui Balikpapan. Lebih dekat ke negara tujuan ekspor.

Selain produk perikanan, ke depan komoditi sektor pertanian dan peternakan juga akan didorong ekspor melalui bandara di Balikpapan.

Karena dukungan juga diberikan Angkasa Pura I Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Yakni dengan mempertemukan pihak logistik dengan pihak maskapai.

Penerbangan ekspor langsung ke China dilayani setiap hari. Kecuali pada Sabtu dan Minggu. Adapun maskapai yang digunakan adalah Garuda Indonesia. (fey/eny)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply