alexa
  • disway ntt malang
  • ngopisore

Mendikbud: Semua Guru Honorer Berhak Ikuti Seleksi P3K

PPU, nomorsatukaltim.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI,  Nadiem Makarim menyatakan seluruh guru honorer di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), berhak mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Pernyataan itu disampaikan Nadiem Makarim saat berdialog dengan para guru usai mengunjungi SD 025 PPU, Rabu (7/4/2021).

“Kita di sini untuk memastikan semua guru honorer tahun ini akan mengikuti tes seleksi P3K. Yang sudah tidak ada batasan, semua bisa mengambil tes seleksi,” kata bekas bos Gojek itu.

Namun agar bisa menjadi P3K, para guru honorer harus lulus tes seleksi. Bahkan untuk honorer yang berumur 40 tahun ke atas dan memiliki jasa, mendapat afirmasi dalam bentuk tambahan poin 15 persen.

Jika lolos menjadi P3K, para guru akan memiliki gaji sama dengan guru PNS. Namun bagi yang tidak lolos dalam seleksi P3K, ada guru honorer sebagai guru pengganti untuk guru yang pensiun (guru pengganti pensiun), juga akan mendapat tunjangan minimal setara dengan upah minimum regional (UMR).

Sementara terkait tinjauannya terhadap simulasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di SD 025 Penajam, Nadiem Makarim menilai secara umum cukup bagus. Ada 18 siswa yang menghadiri kegiatan itu. Meski begitu, Nadiem meminta sekolah membenahi jarak kursi antar siswa dalam kelas.

“Jaraknya lumayan, ada sedikit yang dekat-dekat, tapi gak apa-apa,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya, juga tidak ada aktivitas lain di luar kelas. Sekolah tidak membuka kantin, serta tidak ada jam istirahat.

“Saya tidak melihat aktivitas- aktivitas di luar, seperti kantin tidak ada, karena belum boleh di masa transisi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nadiem kembali mengingatkan sekolah yang telah melakukan vaksinasi terhadap guru harus segera menggelar pembelajaran tatap muka terbatas. Bahkan kata dia, tidak harus menunggu hingga tahun ajaran baru.

“Empat kementerian sudah ada kebijakan. Wajib memberikan opsi tatap muka terbatas. Tatap muka terbatas wajib memenuhi check list atau daftar periksa untuk tatap muka dan segera dilakukan,” katanya.

“Jadi bukan menunggu bulan Juli. Kalau sudah divaksinasi segera mulai pembelajaran tatap muka terbatas,” tandasnya.

SDM IKN

Terkait ibu kota negara (IKN) Nadiem Makarim memastikan kebutuhan tenaga pendidik akan bertambah. Karena itu, perlu dipersiapkan tenaga pendidik yang profesional dari perguruan tinggi yang ada di Kalimantan Timur.

“Sudah jelas calon guru akan terserap semua jika IKN sudah pindah, karena itu harus mulai disiapkan,” tegasnya.

Kehadiran perguruan tinggi di daerah ini juga perlu dipersiapkan. Meksi begitu, Kemendikbud belum punya rencana membangun kampus di wilayah itu. Menurutnya Kaltim sudah memilikinya setidaknya 3 kampus besar. Yang bisa menghasilkan sumber daya bidang Pendidikan mumpuni.

“Harapan besar untuk semua perguruan tinggi negeri dan swasta yang sudah ada, untuk bisa mentransformasi diri bersama dengan program program IKN. Sebagai bagian dari kampus merdeka,” sebutnya.

Lalu, ia juga yakin bakal ada perguruan tinggi lain yang datang.

“Karena yang ada saja juga tidak cukup. Karena banyak orang yang akan datang ke sini. Jadi pasti ada kolaborasi antara perguruan lokal dan yang datang dari luar,” jelasnya.

Baginya, tak hanya teknologi yang dibutuhkan. Tapi pendidikan akan menjadikan ekosistem yang lebih kaya. Lebih dinamis dan inovatif. Menjadi kombinasi yang paling bagus.

“Asal dosen dan mahasiswa berani berinovasi dan melakukan transformasi kampus merdeka,” sambungnya.

Apalagi kata Nadiem, Institut Teknik Kalimantan (ITK) di Balikpapan sudah menjadi kampus percontohan. Sejalan dengan peluncuran laboratorium terpadu. (rsy/yos)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply