alexa
  • disway ntt malang
  • ngopisore

Proyeksi Tim Utama Borneo FC, Baru 9 Pemain di Starting XI

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Rencana sudah disusun, rekrutmen telah dilakukan, skuat yang ada telah ditempa. Tapi ternyata itu belum cukup bagi Borneo FC Samarinda. Selagi PSSI masih berfokus pada Piala Menpora. Polri masih ancang-ancang memberi izin Liga 1 yang tampaknya akan terealisasi. Pesut Etam punya waktu untuk melengkapi puzzle-nya.

Borneo FC Samarinda boleh percaya diri ketika mengatakan mereka memiliki sekumpulan pemain potensial. Benar. Benar sekali. Tak ada yang salah dengan kepercayaan diri itu. Dan lagi mereka sudah di track yang tepat untuk menjalani filosofi tim. Yang ingin sukses melalui proses dan pembinaan berjenjang.

Tapi apakah skuat saat ini sudah cukup siap meluncur di kerasnya persaingan Liga 1? Tentu saja belum. Apa yang mereka dapatkan di Piala Menpora mendukung keraguan tersebut. Jangankan cukup siap, mendekati level ‘cukup siap’ saja belum. Seduh kopimu, dan mari kita bedah kekuatan Pesut Etam pelan-pelan.

borneo fc
Proyeksi Tim Utama Borneo FC, Baru 9 Pemain di Starting XI

Tim redaksi nomorsatukaltim secara khusus telah mengikuti perkembangan tim ini sejak awal musim 2020. Mengikuti sejengkal demi jengkal persiapan tim yang saat itu di bawah kendali Edson Tavares.

Di mana pada musim itu; musim lalu yang prematur itu. Borneo FC Samarinda bisa dikatakan memiliki skuat terbaiknya sepanjang masa. Walau belum bisa menggaransi juara. Dengan susunan Torres, Campos, Dedi Hartono, Terens, Sultan, Nuriddin, Javlon, Kevin, Wildansyah, dan Gianluca. Borneo FC punya kerangka tim utama yang sangat kuat.

Seluruh nama itu dilapisi oleh penggawa potensial layaknya Sihran, Wahyudi, Diki Indriyana, dan masih banyak lagi. Tapi belum sampai mereka membuktikan keganasannya. Di mana tim tersebut baru menjalani 3 laga dengan torehan 6 poin. Liga bubar.

Ketidakpastian kompetisi, pelatih anyar, proyek anyar, membuat Borneo FC Samarinda merombak tim habis-habisan. Sehingga dengan beberapa alasan, sejumlah pemain penting tak lagi jadi bagian Pasukan Samarinda musim ini.

Singkatnya, pada Desember 2020, Borneo FC tak lagi diperkuat Torres, Campos, Dedi, dan Kevin. Nama-nama baru masuk. Fajar Fathurahman sangat mencuri perhatian. Kualitas timnasnya tak bisa dibohongi. Hendro Siswanto datang sebagai tenaga bagus di lini tengah. Bersama Leo Guntara yang menggantikan peran Kevin.

Komang Teguh juga bisa dibilang sebagai pendatangan jitu. Kualitasnya terlihat mumpuni saat bermain di 2 laga Piala Menpora. Angga Saputra juga punya peran vital. Berkatnya, penampilan Gianluca mendadak wow. Ia berhasil memberi kompetisi kelas berat di posisi penjaga gawang.

Tapi baru itu saja. Sehingga secara kerangka, Borneo FC sudah punya 9 pemain yang bisa diplot sebagai penghuni Starting XI. Secara reguler semusim penuh.Dimulai dari Gianluca di posisi penjaga gawang, duet benteng Javlon-Wildan, Leo Guntara di pos bek kiri. Duet Hendro-Nuriddin di lini tengah. Lalu trio penopang penyerang tengah, Fajar-Sultan-Terens.

Untuk posisi bek kanan, besar kemungkinan masih ditempati oleh sang kapten, Diego Michiels. Tapi menilik penampilannya dewasa ini, ditambah riwayat cedera, Diego tak sepenuhnya bisa diandalkan selama semusim penuh. Diego punya kualitas, ditambah kematangan dan kedewasaan yang sejak menikah, makin ia tunjukkan. Tapi Borneo FC jelas perlu mencari pemain yang levelnya sedikit di atas sang kapten.

Beberapa jam setelah berita ini ditulis pada Selasa 6 April sore. Diego diketahui berpamitan dengan Borneo FC dan Pusamania.

Untuk posisi penyerang tengah bukannya ada Amer Bekic? Ya, betul. Tapi ia belum cukup bagus untuk menyandang beban sebagai mesin gol. Adaptasi yang lamban, serta tak memiliki keistimewaan gerakan saat dengan dan tanpa bola. Amer belum bisa dikatakan siap untuk membawa Borneo FC bersaing di level teratas. Toh, Pesut Etam menargetkan papan atas. Bukan sekadar penggembira liga.

Maka posisi penyerangan ini yang paling vital untuk segera ditambal. Guy Junior lebih tepat dijadikan pelapis. Untuk menjaga kedalaman. Karena untuk diandalkan sebagai penyerang utama, pemain naturalisasi itu sudah kehilangan ketajamannya. Namun pengalamannya masih diperlukan untuk membimbing pemain muda.

Jadi bagaimana bisa Borneo FC Samarinda dikatakan siap untuk Liga 1. Jika susunan sebelas pemain utamanya saja belum komplet.

Selain memikirkan komposisi skuat utama, sangat jelas Borneo FC perlu memikirkan kedalaman skuat mereka. Di Piala Menpora lalu, para pemain lapis ternyata memili ketimpangan yang cukup jauh dengan pemain utama.

Nama-nama seperti Angga (GK), Andika (CB), Komang (CB), Irsan (LB), Diego (RB), Wahyudi (MF), M. Ilham (MF), Sihran (MF), Lastori (MF), serta Guy (FW) sangat pas untuk menghuni status ‘senjata rahasia’ alias pelapis penjaga kedalaman. Tentunya tanpa melupakan kehadiran Gerryan, Nurdiansyah, dan Fathurahman yang juga punya kans menjadi pelapis penting.

Tapi dari deretan nama itu, Borneo FC perlu menghitung ulang. Terutama di pos penyerang. Kedalamannya rendah sekali. Bayangkan jika dua dari Sultan, Terens, dan Fajar absen. Maka mereka berpotensi kehilangan kualitas besar. Sihran dan Lastori butuh ‘lawan’ agar semakin kuat. Bahkan kalau perlu, tim bisa mendatangkan pemain depan berstatus pemain bintang. Agar kompetisi internalnya semakin keras. Jika Pesut Etam bisa menggeser trio Sultan-Fajar-Terens ke bangku cadangan. Itu artinya mereka telah membuat keputusan besar. Sangat besar.

Dalam wacana perbaikan ini, sejauh yang nomorsatukaltim kumpulkan informasinya. Borneo sedang mengarah ke sana. Beberapa pemain muda potensial akan dipinjamkan untuk menambah jam terbang. Sekaligus menyediakan tempat untuk pemain baru. Ada pula yang akan dicoret. Dan sebagian dikembalikan ke akademi untuk ditempa lebih keras.

Manajemen telah kembali ke lantai transfer saat ini. Untuk merayu pemain yang tampil apik di Piala Menpora. Atau kembali mendekati pemain incaran lama. Target mereka jelas, ingin punya pemain berpengalaman di posisi penyerang dan tengah. Agar serangan mereka semakin gahar. Permainan hidup. Kans memenangkan pertandingan jadi besar. Seiring target papan atas Liga 1 2021 harus dipenuhi demi membalas dukungan Pusamania.

Tapi Borneo FC harus ingat, mereka sangat sering melakukan blunder dalam transfer. Terutama yang melibatkan pemain asing dan pemain berpengalaman. Kali ini, mereka harus lebih cermat dan hati-hati. Karena cukup Steven Gerrard yang ‘terpeleset’, Borneo FC jangan. (frd/ava)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply