alexa
disway ntt malang

Ketahui Ponsel Bekas Hasil Curian

Ponsel bekas atau second terkadang menggiurkan. Ponsel dengan keluaran teranyar namun dengan harga miring. Atau ponsel dengan spesifikasi canggih yang dibanderol setengah dari harga asli. Namun hati-hati dalam memilih ponsel bekas. Bisa jadi itu adalah barang hasil curian.

BALIKPAPAN, nomorsatukaltim.com – Belum lama ini, Satreskrim Polresta Balikpapan meringkus seorang pelaku pencurian ponsel lengkap dengan barang buktinya sejumlah belasan unit ponsel curian. Dari hasil curian tersebut, dijual kembali ke masyarakat dengan harga yang relatif sangat murah.

Menanggapi hal ini, Ketua Asosiasi Pedagang Ponsel Balikpapan, Rustam Jasli mengatakan, dirinya tak kalah waspada jika ada orang yang menawarkan menjual ponsel bekas di tokonya.

“Kami sekarang sangat hati-hati beli HP second. Pertama, harus lengkap kotak dan dilihat juga kondisi orangnya,” ujar Rustam, Selasa (6/4/2021).

Di samping kelengkapan ponsel, rupanya gelagat penawar bisa jadi acuan sebelum bertransaksi. Sebab, meskipun ada kelengkapan seperti kotak, tak menjamin bukan hasil curian.

“Jadi kami lihat juga kondisi orangnya itu, apakah meyakinkan atau mencurigakan. Kadang-kadang walaupun dia ada barangnya lengkap, tapi penampilannya enggak meyakinkan. Jadi kami hati-hati juga,” jelasnya.

Disinggung soal harga murah, ia pun menepis. Baginya, harga murah tak jadi indikasi sebuah ponsel merupakan hasil curian. Pasalnya, bisa saja lantaran si pemilik ponsel sedang dalam kondisi ingin menjual cepat dan membutuhkan uang.

“Paling utama, kami sepakat semua toko handphone di Balikpapan yang bergabung di asosiasi kami itu tidak mengambil yang tanpa kotak. Harus yang lengkap,” tegasnya.

Lanjut Rustam, bukan tak mungkin orang yang menawarkan ponsel tersebut saat sedang tak membawa kelengkapannya, terkhusus kotaknya. Menyikapi itu, berdasarkan pengalaman pribadinya, ia biasa meminta untuk meninggalkan identitas ataupun salinannya untuk mengambil kelengkapan terlebih dahulu.

Sementara bagi calon pembeli, Rustam menjelaskan keberadaan kotak bisa jadi faktor pertama yang ditanyakan kepada penawar ponsel.

“Tanya kotaknya di mana. Kalau banyak alasannya, terus enggak jelas, ya sudah, jangan dibeli,” jelasnya.

Sebab, jika sembarang membeli dan ternyata hasil curian, bukan tak mungkin akan berimbas kepada pembeli itu sendiri. Seperti diketahui, Asosiasi Pedagang Ponsel Balikpapan ini memiliki sejumlah anggota yang tersebar di Balikpapan. Mereka pun tergabung dalam sebuah grup WhatsApp (WA).

Dari grup WhatsApp tersebut, tak semata menjadi komunikasi terkait perkembangan dunia gadget, namun juga wadah jika ada kejadian pencurian ponsel.

“Untuk mengatasi hasil curian, kami punya grup WA khusus untuk pedagang handphone se-kota Balikpapan, baik dari Rapak, Sepinggan, DAM, atau Klandasan,” jelas Rustam Jasli.

Ia pun menceritakan pengalaman di asosiasinya saat ada laporan kehilangan. Sehingga kemudian akan dibagikan ke grup yang akan diketahui seluruh pedagang ponsel yang tergabung.

“Seandainya ada yang kehilangan melapor ke toko, kami share ke grup supaya tahu itu nanti dijual di mana,” tambahnya.

Jika ada pedagang yang menerima penawaran ponsel diduga hasil curian tersebut, kemudian akan dilaporkan ke pihak berwajib. Dengan membawa ciri-ciri pelaku maupun barang yang akan dijualnya.

“Waktu itu pernah kejadian juga, kami lapor polisi bahwa orang itu ialah modus pencurian,” ujarnya.

Dengan demikian, bisa meringankan beban kerja kepolisian dalam mengungkap pelaku-pelaku pencurian atau bahkan penipuan jual-beli ponsel di Balikpapan.

“Kami pun sangat membantu juga pihak kepolisian, apabila ada modus pembelian yang bermotif penipuan,” tutupnya. (bom/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply