alexa
  • disway ntt malang
  • ngopisore

Hanya 66,4 Persen

Rasio Elektrifikasi di Berau

TANJUNG REDEB, DISWAY – Rasio elektrifikasi di Bumi Batiwakkal-sebutan Kabupaten Berau, ternyata hanya 66,4 persen per 21 Februari 2021. Terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya.

Rasio elektrifikasi adalah perbandingan jumlah pelanggan rumah tangga yang memiliki sumber penerangan baik dari listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) maupun listrik non-PLN dengan jumlah rumah tangga.

Data PLN Berau, angka tersebut meningkat sejak tahun 2018 hingga 2020, meskipun tidak terlalu besar kenaikannya. Seperti di tahun 2018 rasio elektrifikasinya sebesar 60 persen, 2019 naik jadi 63 persen dan 2020 sebesar 66 persen.

Manajer UP3 PLN Berau, Eko Hadi Pranoto menjelaskan, wilayah operasi unit pelaksana Berau saat ini membawahi 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Berau, Kabupaten Malinau, Kabupaten Tana Tidung. Sejauh ini, secara keseluruhan di Februari 2021 pencapaiannya adalah 91,6 persen, namun 66,4 persennya berada di sekitar Kabupaten Berau.

“Kampung-kampung tersebut dilayani menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel, maupun pembangkit listrik tenaga uap yang terdapat pada sistem UP3 Berau,” jelasnya kepada Disway Berau, Senin (5/4).

Untuk keseluruhan total daya di PLN UP3 Berau, adalah sebesar 50,460 Megawatt (MW) dengan beban puncak sebesar 35,699 MW, sehingga terdapat sisa daya sebesar 14,761 MW untuk melayani permintaan masyarakat akan kebutuhan energi listrik.

Sementara itu, total pelanggan sampai Februari 2021 adalah 91.779, di mana 90,72 persennya adalah pelanggan rumah tangga.

Pihaknya berkomitmen untuk mencapai agar realisasi hingga 100 persen. Sehingga di tahun 2021 diupayakan mengejar rasio elektrifikasi.

Diakui Eko, memang masih banyak kampung yang menikmati listrik hanya 12 jam, pihaknya mengupayakan untuk mencapai 24 jam. Terkait itu, untuk ketersediaan daya mengikuti demand dan kebutuhan pelanggan.

Menurutnya untuk mencapai rasio 100 persen tentu tidak begitu mudah, namun pihaknya selalu ada progres untuk penambahan pelanggan di 2021. Jadi tiap tahun selalu ada upaya itu, terbukti dengan adanya peningkatan, meski tidak signifikan setiap tahunnya.

Sementara, ada 37 kampung di Kabupaten Berau yang belum teraliri listrik, namun akan berkurang sebanyak 5 kampung di tahun 2021 ini. Dan masuk dalam tahap penyambungan pelanggan, serta beberapa sedang tahap pra penyambungan. Dengan begitu, tersisa 32 kampung lagi.

Jadi, 5 Kampung yang rencananya akan menikmati listrik dari PLN itu, berada di dua kecamatan. Kecamatan Pulau Derawan di Kampung Kasai, dan Kampung Teluk Semanting, lalu Kecamatan Batu Putih di Kampung Sumber Agung, Kayu Indah dan Tembudan. Meski sebelumnya pada tahun 2021 ada 10 Kampung di Kabupaten Berau yang terlayani listrik. Dengan terealisasinya 5 kampung awal di tahun 2021, maka dia optimistis akan berjalan dengan lancar.

“Beberapa, lokasi tersebut cukup jauh dari pusat listrik, ditambah lagi saat mobilisasi material dan proses konstruksi butuh waktu cukup lama. Hal itu bisa teratasi karena capaian rasio elektrifikasi di Berau bisa mencapai 100 persen pada 2024,” ucapnya.

“Tetapi sejauh ini tantangan terbesar juga termasuk kondisi geografis,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim mengalokasikan sebanyak Rp 45 miliar untuk pengembangan kelistrikan daerah. Pemerintah pusat sendiri menarget, capaian rasio elektrifikasi di tiap daerah bisa mencapai 100 persen pada 2024. *RAP/APP

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply